TANJUNG SELOR – Kebangkitan generasi muda Kalimantan Utara (Kaltara) mulai menunjukkan hasil positif. Sebanyak 12 pelajar terbaik asal Kaltara berhasil lolos seleksi Sekolah Unggul Garuda Tahun Ajaran 2026.
Keberhasilan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, Denny Harianto, bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 yang mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.
Menurut Denny, tema tersebut memiliki makna besar tentang pentingnya menyiapkan generasi penerus bangsa melalui pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Ia menyebut, dari sekitar 80 peserta asal Kaltara yang mengikuti seleksi Sekolah Unggul Garuda, sebanyak 12 siswa berhasil dinyatakan lolos. Capaian itu menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa sumber daya manusia di Bumi Benuanta memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional.
“Kalau Sekolah Rakyat di Tarakan sudah mulai, insyaallah nanti di Bulungan dan Sekolah Garuda sudah ada di Kalimantan Utara,” ujarnya.
Saat ini, pembangunan gedung Sekolah Unggul Garuda di kawasan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor terus dikebut agar dapat segera digunakan. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan opsi sementara dengan memanfaatkan SMA Negeri 1 Tanjung Selor apabila pembangunan belum selesai tepat waktu.
“Kalaupun belum selesai, kita siapkan cadangan di SMA Negeri 1. Tapi insyaallah semua berjalan sesuai rencana,” jelasnya.
Selain pembangunan Sekolah Garuda, Pemprov Kaltara juga terus memperluas program Sekolah Rakyat yang saat ini mulai berjalan di Tarakan dan akan dikembangkan ke wilayah lainnya.
Denny menegaskan, pendidikan menjadi investasi utama dalam mencetak generasi unggul yang mampu membawa kemajuan bagi daerah. Karena itu, penguatan pendidikan mulai dari SMA, SMK hingga SLB terus menjadi perhatian pemerintah daerah demi menciptakan SDM Kaltara yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.(*)





