TARAKAN – Upaya Bank Indonesia dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran di Kalimantan Utara terus menunjukkan hasil positif. Hingga akhir 2025, jumlah pengguna QRIS di Kaltara telah menembus 131 ribu orang.
Kepala Perwakilan BI Kaltara, Hasiando G Manik, mengatakan capaian tersebut mencerminkan meningkatnya adopsi transaksi non-tunai di masyarakat.
“Meski pertumbuhan pengguna melambat, peningkatannya masih positif dan wajar seiring semakin terbatasnya potensi pasar,” ungkapnya saat silaturahmi dengan awak media, Jumat (30/1/2026).
Saat ini, penetrasi QRIS baru menyentuh 25 persen dari total penduduk usia produktif di Kaltara, sehingga masih terdapat peluang besar untuk pengembangan.
Hasiando mengakui, karakter geografis Kaltara yang luas dan terdiri dari wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam memperluas penggunaan QRIS.
Namun dari sisi merchant, pertumbuhan dinilai cukup menggembirakan. Pada 2025, jumlah merchant QRIS meningkat 18,3 persen menjadi 112.826 merchant.
Selain sistem pembayaran, BI Kaltara juga mencatat kinerja perbankan yang cukup solid, dengan pertumbuhan kredit mencapai 68,24 persen dan NPL tetap terjaga di level 2,14 persen.
“Kami terus mendorong penguatan sistem pembayaran, distribusi uang, pemberdayaan UMKM, serta ekonomi syariah demi menjaga stabilitas ekonomi daerah,” pungkas Hasiando. (*)






