TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan bersama instansi vertikal menggelar High Level Meeting (HLM) TPID pada Senin (9/2) sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi inflasi menjelang Imlek, Ramadhan, dan Idul Fitri 1447 H.
Wali Kota Tarakan, Khairul, menekankan posisi strategis Tarakan sebagai motor penggerak ekonomi Kalimantan Utara.
“Kontribusi Tarakan mencapai 40 persen terhadap PDRB Kaltara. Stabilitas harga dan ketersediaan pangan harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Ia mendorong optimalisasi program cetak sawah dan penguatan suplai komoditas dari petani lokal guna mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Dalam forum tersebut, Kepala Karantina Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud, menyatakan komitmennya mendukung pengendalian inflasi melalui pengawasan ketat serta percepatan layanan karantina.
“Kami berada di garda depan pengawasan arus komoditas. Keamanan dan kelancaran distribusi menjadi prioritas,” tegasnya.
Melalui sinergi lintas sektor ini, pemerintah optimistis stabilitas harga dan pasokan pangan di Tarakan dapat terjaga menjelang puncak kebutuhan masyarakat pada HBKN.






