TARAKAN – Operasi pencarian korban kecelakaan kapal long boat tenggelam di perairan Tanah Merah, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, terus berlanjut. Memasuki hari keempat (H4), Selasa (24/3/2026), Tim SAR Gabungan mengoptimalkan penyisiran di area pencarian yang telah ditentukan.
Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril, melalui Kepala Seksi Operasi dan Siaga, Dede Hariana, mengatakan bahwa tim telah melaksanakan briefing pada pagi hari sebelum bergerak menuju lokasi kejadian untuk melanjutkan pencarian.
“Pencarian hari ini dilakukan sesuai rencana operasi dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi kejadian,” ujar Dede.
Area pencarian difokuskan pada sejumlah titik koordinat yang telah dipetakan, dengan mempertimbangkan arah arus laut dan kemungkinan pergerakan korban sejak kejadian.
Seperti diketahui, insiden tenggelamnya kapal long boat terjadi pada Sabtu (21/3/2026) dini hari akibat badai di perairan Tanah Merah. Kapal tersebut mengangkut tiga orang penumpang.
Dari total korban, satu orang atas nama Mahmud (50) berhasil selamat. Sementara satu korban lainnya, Sudirman (48), telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga operasi di Pantai Nibung, Pulau Bunyu, dan telah diserahkan kepada pihak keluarga di Tarakan.
Hingga saat ini, satu korban lainnya, Olleng (49), masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
Operasi SAR hari keempat melibatkan sejumlah unsur, antara lain Kantor SAR Tarakan, Polairud Polda Kaltara, Pos AL Bunyu, KPLP Bunyu, UPP Bunyu, serta keluarga korban dan masyarakat.
Peralatan yang digunakan dalam operasi ini meliputi satu unit Rescue Dimex, satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB), perlengkapan medis, serta alat komunikasi.
Dede menambahkan, kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah dan tidak terdapat kendala berarti, sehingga diharapkan proses pencarian dapat berjalan maksimal.
Tim SAR Gabungan terus berupaya melakukan pencarian secara intensif dengan harapan korban terakhir segera ditemukan. (*ma)






