NUNUKAN – Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, SE, bersama Wakil Bupati Hermanus, S. Sos, hadir dan menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) akhir tahun anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Nunukan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, seluruh stakeholder, dan masyarakat yang telah mendukung jalannya pembangunan daerah, setiap capaian yang kita raih bukan semata hasil kerja pemerintah, tetapi buah kerja sama semua pihak,” ujarnya Bupati Irwan, Jumat (27/03/2026).
Menurut Irwan, Meski tahun 2025 menjadi masa transisi kepemimpinan, banyak program dan kegiatan yang berhasil direalisasikan.
Terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, pemerintah berhasil membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan kapasitas 20 liter per detik, serta mengoptimalkan jaringan air bersih perpipaan dan non-perpipaan di sejumlah wilayah.
Di bidang energi, pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Krayan Tengah berhasil meningkatkan akses listrik bagi warga di daerah terpencil.
Pembangunan infrastruktur juga menunjukkan hasil nyata, jalan tani sepanjang 142,6 kilometer selesai dibangun, melampaui target tahunan, dan jalan penghubung antar kecamatan dan desa sepanjang 46,36 kilometer berhasil direalisasikan.
Pemerintah daerah membangun 232 rumah layak huni, sehingga kualitas hunian masyarakat meningkat secara langsung.
Di sektor pendidikan, seragam gratis bagi peserta SD dan SMP telah didistribusikan sepenuhnya, sementara program beasiswa untuk siswa dan mahasiswa berprestasi dan kurang mampu mencapai 1.148 orang, melebihi target.
Transformasi digital di dunia pendidikan juga berjalan dengan pengadaan Starlink untuk 72 SD dan 17 SMP di wilayah yang sulit dijangkau jaringan internet.
“Dengan begitu, seluruh siswa, bahkan di daerah terpencil, dapat mengakses pembelajaran daring,”tuturnya.
Selanjutnya, perekonomian daerah juga menunjukkan hasil positif, meskipun belum mencapai target, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nunukan tercatat sebesar 4,82 persen.
Persentase penduduk miskin menurun dari 5,38 persen menjadi 5,27 persen, kinerja pemerintah daerah dalam reformasi birokrasi mencapai indeks 100 persen, menandakan tata kelola yang lebih efisien dan transparan.
Kabupaten Nunukan juga memperoleh penghargaan GM-DTGI Awards 2025 sebagai pemerintah daerah dengan tata kelola transformasi digital terbaik di Provinsi Kalimantan Utara.
Program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, seperti kampung pertanian hortikultura, budidaya rumput laut, bantuan alat tangkap nelayan, serta penguatan UMKM dan BUMDes, berjalan efektif dan mendukung pertumbuhan ekonomi desa.
Meski berbagai capaian telah diraih, Bupati mengakui masih ada tantangan, beberapa program belum dapat terealisasi secara optimal karena keterbatasan anggaran, kondisi geografis yang sulit, dan faktor teknis lainnya, Ia menegaskan, pemerintah daerah terbuka untuk menerima masukan, saran, dan rekomendasi dari DPRD sebagai bahan evaluasi ke depan.
Bupati menutup penyampaian LKPJ dengan harapan semua upaya pembangunan daerah dapat membawa Kabupaten Nunukan ke arah lebih baik.
“Semua yang kita lakukan adalah untuk kesejahteraan masyarakat dan menjadi amal ibadah, terima kasih atas dukungan dan kerja sama semua pihak,” tutupnya. (*)





