KRAYAN – Ketika jalan darat belum sepenuhnya tembus dan jembatan permanen belum merata, Krayan seakan berada dalam posisi terkunci. Wilayah perbatasan yang kaya potensi ini masih bergulat dengan infrastruktur dasar yang belum memadai.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Nunukan, Andi Mulyono, usai monitoring jalan dan jembatan bersama jajaran komisi lainnya, Rabu (11/02/2026).
“Akses ke Malinau satu-satunya jalur strategis untuk menghidupi masyarakat. Tapi jalannya ekstrem dan berlumpur. Harus kendaraan khusus untuk bisa lewat,” jelasnya.
Menurut Andi, kondisi ini berdampak luas terhadap ekonomi masyarakat. Beras adan, beras gunung, dan beras hitam sebagai komoditas unggulan Krayan sulit dipasarkan secara maksimal karena keterbatasan transportasi.
“Potensi besar, tapi aksesnya lemah. Ini yang harus dibenahi,” katanya.
Ia juga mempertanyakan apakah kondisi tersebut murni karena keterbatasan anggaran atau ada faktor lain.
“Apakah ini pembiaran atau memang ketidakmampuan keuangan negara? Krayan ini wilayah perbatasan, seharusnya jadi prioritas,” ujarnya.
Selain ekonomi, persoalan infrastruktur turut berdampak pada layanan kesehatan. Fasilitas rumah sakit di Krayan masih terbatas, dokter spesialis belum tersedia, sementara akses rujukan terhambat jalan rusak.
“Kalau ada pasien darurat, sementara jalannya seperti ini, bagaimana keselamatannya?” ucap Andi.
DPRD Nunukan mendorong adanya kebijakan afirmatif atau instruksi khusus dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
“Tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Pembangunan jalan dan jembatan di perbatasan tidak ada kata tidak,” tegasnya.
Pemerintah sendiri telah mengalokasikan anggaran besar untuk pembangunan jembatan dan preservasi jalan di Krayan dalam periode 2025–2026, termasuk proyek konektivitas menuju PLBN Long Midang.
Namun bagi DPRD, yang terpenting bukan hanya angka anggaran, melainkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Negara harus hadir nyata. Jangan sampai masyarakat perbatasan terus merasa tertinggal,” tutup Andi Mulyono.(*)






