TARAKAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tarakan yang belakangan menjadi sorotan publik akhirnya mendapat perhatian langsung dari DPRD Kalimantan Utara. Di tengah harapan besar masyarakat terhadap pemenuhan gizi anak sekolah, muncul dugaan ketidaksesuaian kandungan gizi hingga persoalan harga dan porsi.
Sebagai bentuk tanggung jawab pengawasan, Komisi IV DPRD Kaltara melakukan inspeksi mendadak ke SMA Negeri 1 dan SMK Negeri 4 Tarakan.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Syamsuddin Arfah, menyampaikan bahwa sidak dilakukan untuk memastikan program benar-benar berjalan sesuai standar.
“Kami ingin memastikan makanan yang diterima siswa memang layak, baik dari sisi gizi maupun kesesuaian anggaran. Karena ini menggunakan uang negara,” ujarnya.
Di SMA Negeri 1, Komisi IV menemukan dugaan ketidaksesuaian yang dinilai cukup serius. Selain kandungan gizi yang diduga belum memenuhi standar, harga yang diterapkan juga disebut tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurut Syamsuddin, temuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui rekomendasi resmi Komisi IV. Ia juga menekankan pentingnya pemberian sanksi tegas terhadap penyedia jika terbukti melanggar aturan.
“Jangan sampai anak-anak dirugikan. Kalau memang ada pelanggaran, harus ada tindakan yang jelas,” tegasnya.
Sementara itu, hasil sidak di SMK Negeri 4 menunjukkan pelaksanaan program relatif lebih baik. Namun, masih ditemukan celah pada sistem penggabungan menu hari Jumat dan Sabtu. Dalam praktiknya, menu yang seharusnya diberikan dua kali hanya diberikan satu kali.
“Kalau dua hari digabung tanpa penyesuaian porsi, tentu asupan gizinya tidak maksimal. Ini yang perlu diperbaiki,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap program MBG harus dilakukan secara berkala dengan standar baku yang jelas. Selain itu, DPRD juga mendorong partisipasi aktif dari pihak sekolah dan siswa untuk melaporkan jika ada ketidaksesuaian.
“Tujuan program ini baik, untuk meningkatkan gizi anak sekolah. Maka pelaksanaannya juga harus benar. Kami akan terus mengawal agar hak siswa benar-benar terpenuhi,” pungkasnya.






