TARAKAN – Perumda Agrobisnis Kalimantan Utara bersama Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Utara menggelar Pelatihan Juru Sembelih Halal berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di Hotel Royal Crown Tarakan, Senin (6/4/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Deputi perwakilan Bank Indonesia kaltara, Reza Hidayat, didampingi Direktur Perumda Agrobisnis Kaltara M. Dahlan serta Kepala Bagian Operasional Perumda Agrobisnis Tarakan AP Romans Perdana Putra. Turut hadir pula perwakilan Dinas Peternakan Kota Tarakan dan LPPOM MUI.
Pelatihan ini diikuti peserta terpilih dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara. Selain mendapatkan materi teori, peserta juga menjalani praktik langsung secara intensif di Rumah Pemotongan Unggas (RPU) Perumda Agrobisnis Tarakan guna memastikan penerapan standar penyembelihan halal sesuai ketentuan.
Kabag Operasional Perumda Agrobisnis Tarakan, AP Romans Perdana Putra, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi industri halal di Kalimantan Utara, khususnya dari sisi hulu produksi pangan.
“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi juru sembelih halal berbasis standar nasional, sehingga proses penyembelihan unggas dan ternak dapat memenuhi ketentuan syariat serta standar yang berlaku,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga sejalan dengan penguatan ekonomi syariah nasional. Indonesia saat ini telah menempati posisi ketiga dunia dalam ekosistem industri halal berdasarkan laporan Global Islamic Economy Indicator. Hal tersebut menjadi peluang bagi daerah untuk memperkuat kualitas produk halal melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Menurutnya, pelatihan berbasis SKKNI ini merupakan langkah konkret untuk menjamin integritas proses produksi pangan halal di daerah, meningkatkan daya saing SDM lokal, serta mendukung target pemerintah dalam pengembangan ekonomi syariah.
“Sinergi antara Bank Indonesia, BUMD, dan stakeholder terkait diharapkan mampu membangun ekosistem ekonomi syariah Kalimantan Utara yang berkelanjutan dan berdaya saing,” katanya.
Melalui pelatihan tersebut, diharapkan tercipta juru sembelih halal yang kompeten dan tersertifikasi, sehingga mampu mendukung ketahanan pangan halal serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Kalimantan Utara. (*)






