NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan terus berupaya memaksimalkan fungsi ruang terbuka hijau (RTH) di tengah keterbatasan lahan, saat ini, luas RTH di Kabupaten Nunukan berada di atas 10 persen dari total wilayah kota, namun masih di bawah angka ideal 25 persen yang diatur sebagai standar minimal.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan, Fredyanto Gromiko, mengatakan meski luas RTH terbatas, pemerintah terus memperbaiki dan mengoptimalkan kawasan yang ada agar tetap nyaman, hijau, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Beberapa kawasan RTH besar berada di area kantor bupati, kantor DPRD, dan median jalan yang ditanami pohon serta vegetasi. Kami terus berupaya memelihara dan menata kawasan tersebut agar tetap rindang dan nyaman,” ujarnya, Selasa (17/03/2026).
Pada tahun lalu, DLH menerima bantuan CSR dari PT Taspen yang digunakan untuk melakukan sejumlah perbaikan di kawasan RTH, termasuk penggantian paving block yang rusak, renovasi pendopo, dan pemasangan lampu taman di beberapa titik, total anggaran yang digunakan mencapai sekitar Rp50 juta.
“Paving block yang telah diperbaiki kini dimanfaatkan oleh pelaku UMKM yang berjualan di kawasan RTH, dengan kondisi yang lebih baik, aktivitas mereka menjadi lebih tertata dan lancar,” tambah Fredyanto.
Selain RTH milik pemerintah, kawasan hijau privat milik perusahaan atau kantor juga turut menyumbang terhadap total luas RTH kota.
“Beberapa kantor swasta sudah menyumbang area hijau melalui halaman mereka, dan ini kami hitung sebagai bagian dari total RTH kota,” jelasnya.
Dan bila ada renovasi alun-alun, Fredyanto berharap fungsi utama RTH tetap terjaga.
“Kalau ada renovasi, kami berharap suasana rindang, teduh, dan hijau tetap dipertahankan, RTH bukan hanya estetika, tetapi juga ruang lingkungan dan interaksi Masyarakat, renovasi tetap mengutamakan fungsi utama itu,” ujarnya.
Ke depan, DLH siap mengelola RTH lain, termasuk kawasan di Jalan Lingkar, dengan penambahan tanaman dan penataan lebih rapi.
Dengan menjaga luas dan kualitas RTH, kawasan hijau di Nunukan diharapkan tidak hanya menjadi tempat estetik dan teduh, tetapi juga ruang interaksi sosial sekaligus mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.(*)





