JAKARTA – Kebutuhan hunian layak bagi masyarakat Kalimantan Utara mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Dalam pertemuan bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang berhasil mengamankan tambahan kuota rumah subsidi menjadi 2.000 unit pada tahun ini.
Audiensi yang berlangsung di Kantor Kementerian PKP, Selasa (24/2), itu menjadi momentum penting bagi Kaltara dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dalam paparannya, Gubernur Zainal menekankan bahwa pertumbuhan wilayah dan mobilitas penduduk di Kaltara terus meningkat, sehingga kebutuhan rumah layak huni juga semakin mendesak. Ia menyampaikan kondisi di lapangan, mulai dari masih adanya kawasan kumuh hingga keterbatasan akses masyarakat terhadap rumah bersubsidi.
“Kami di daerah sudah mengalokasikan anggaran melalui APBD. Namun tentu dukungan pemerintah pusat sangat kami harapkan agar cakupan program lebih luas dan tepat sasaran,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait memaparkan berbagai skema yang tengah dijalankan kementeriannya, seperti Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), pembiayaan rumah bersubsidi melalui FLPP, hingga pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Seluruhnya merupakan bagian dari target nasional pembangunan 3 juta rumah per tahun.
Ia juga menekankan pentingnya validasi data penerima manfaat agar program benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, kata dia, menjadi kunci keberhasilan program perumahan nasional.
Kabar baik pun datang di penghujung pertemuan. Kuota rumah subsidi untuk Kaltara yang sebelumnya hanya 596 unit, kini meningkat signifikan menjadi 2.000 unit pada tahun ini. Lonjakan tersebut diharapkan mampu mempercepat pengurangan backlog perumahan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di provinsi perbatasan itu.
Dengan tambahan kuota tersebut, Pemerintah Provinsi Kaltara optimistis semakin banyak keluarga yang dapat memiliki hunian layak, aman, dan terjangkau. (dkisp)






