NUNUKAN – Pertamina memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, berada dalam kondisi aman dan mencukupi.
Kendati demikian, proses distribusi ke wilayah perbatasan dari Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan masih menghadapi tantangan, terutama akibat kondisi akses jalan yang rusak dan faktor cuaca.
Sales Branch Manager Kaltimut V Fuel Pertamina, Muhammad Naufal Atiyah, menegaskan bahwa ketersediaan BBM untuk Krayan tidak mengalami masalah, menurutnya, pasokan telah disiapkan dan siap disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Dari sisi ketahanan stok, pasokan Pertamina sangat mencukupi dan siap disalurkan, yang perlu dipahami bersama, tantangan kami saat ini ada pada distribusi,” kata Muhammad Naufal, Senin (12/01/2026).
Ia menjelaskan, distribusi BBM ke Krayan mengandalkan moda udara dan darat, dalam beberapa waktu terakhir, cuaca ekstrem memaksa Pertamina mengutamakan keselamatan penerbangan, namun, hambatan terbesar justru terjadi pada jalur darat menuju Krayan Barat dan Krayan Selatan.
“Kondisi jalan yang rusak parah menyebabkan terjadinya penyumbatan distribusi pesawat kami siap terbang setiap hari, tetapi pemilik SPBU sering tidak bisa mengambil BBM di bandara karena armada darat mereka tertahan di jalan,” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, rantai distribusi terputus di titik akhir, penyerapan kuota BBM pun belum maksimal, bukan karena pasokan terbatas, melainkan karena akses menuju wilayah pelayanan yang terganggu.
Muhammad Naufal menilai persoalan jalan di Krayan sudah menjadi isu strategis ketahanan energi di wilayah perbatasan, untuk itu, Pertamina tengah menginisiasi koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Kabupaten Nunukan guna mencari solusi bersama.
“Kami sedang mendorong rapat koordinasi lintas sectoral, masalah ini membutuhkan komitmen banyak pihak, pertamina akan terus memaksimalkan setiap peluang pengiriman, namun dukungan infrastruktur sangat dibutuhkan agar BBM benar-benar sampai ke masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pertamina selama ini selalu berupaya memaksimalkan pasokan ke Krayan, jika kondisi jalan nantinya membaik, distribusi diyakini dapat kembali berjalan normal karena kebutuhan BBM telah dievaluasi secara berkala sesuai kondisi di lapangan.
“Kami berharap dukungan dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta dinas terkait untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan yang ada di Krayan,” katanya.
Terkait kuota BBM, Muhammad Naufal menegaskan bahwa penetapannya sepenuhnya merupakan kewenangan Pemerintah sebagai regulator.
Kuota tersebut ditentukan berdasarkan evaluasi kebutuhan masing-masing wilayah penyalur.
“Pertamina menjalankan mandat penyaluran sesuai alokasi yang ditetapkan, peran kami juga memberikan proyeksi kebutuhan berdasarkan konsumsi di lapangan sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah,” ujarnya.
Pertamina menegaskan fokus utamanya saat ini adalah memastikan seluruh alokasi BBM dapat terdistribusi secara maksimal dan tepat sasaran kepada masyarakat, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan infrastruktur.
Dengan sinergi lintas sektor, Pertamina optimistis ketahanan energi di wilayah Krayan dapat terus terjaga demi mendukung aktivitas dan kehidupan masyarakat perbatasan.(*)






