TARAKAN – Denyut tradisi Ramadan kembali terasa di Kota Tarakan. Puluhan kelompok masyarakat bersiap meramaikan Parade Musik Sahur dan Sound Sahur Tarakan 2026 setelah pendaftaran resmi ditutup pada Selasa (10/3) malam.
Ketua Komunitas OI Tarakan, Che Ageng, mengatakan antusiasme warga mengikuti kegiatan ini cukup tinggi. Sejak dibuka pada 23 Februari hingga 10 Maret 2026, panitia mencatat sedikitnya 54 tim telah mendaftarkan diri untuk kategori parade musik sahur.
“Alhamdulillah, hingga pendaftaran ditutup ada 54 tim yang siap mengikuti parade musik sahur. Selain itu, untuk kategori sound sahur terdapat 28 peserta yang menggunakan kendaraan seperti truk dan pikap,” ujarnya.
Pada kategori regu jalan kaki, setiap tim akan diperkuat sekitar 25 hingga 30 orang peserta dengan satu orang koordinator regu. Para peserta akan menampilkan berbagai kreasi musik sahur dan atraksi yang menggambarkan semangat kebersamaan Ramadan.

Parade tersebut akan digelar dengan konsep long march, dimulai dari depan Stadion Datu Adil menuju simpang lampu merah Sebengkok. Sepanjang perjalanan, peserta akan menampilkan beragam kreasi musik sahur yang memadukan alat musik tradisional, perkusi, hingga aransemen modern.
Untuk kategori regu jalan kaki, panitia akan menetapkan enam pemenang, yakni juara 1, 2, dan 3 serta juara harapan 1, 2, dan 3.
Sementara itu, pada kategori parade kendaraan atau sound sahur, penilaian difokuskan pada dua kategori utama, yakni Best Sound Religi, di mana peserta wajib memutar musik bernuansa religi, serta Best Dekorasi dengan tampilan kendaraan yang menonjolkan ornamen bernuansa Islami.
Rencananya, kegiatan parade akan diawali dengan penampilan partisipasi drum band dari siswa Madrasah Aliyah Negeri Tarakan yang akan membuka jalannya kegiatan.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 14 Maret 2026 ini diperkirakan akan menarik perhatian masyarakat. Selain menjadi hiburan malam Ramadan, parade juga dinilai mampu menjaga tradisi membangunkan sahur yang telah lama hidup di tengah masyarakat pesisir Kalimantan Utara.
Menurut Che Ageng, kegiatan tersebut digagas sebagai ruang kebersamaan bagi generasi muda sekaligus upaya merawat budaya Ramadan yang sarat nilai sosial.
“Ramadan selalu menjadi waktu terbaik untuk mempererat persaudaraan. Lewat parade musik sahur ini, kami ingin menghadirkan kebersamaan sekaligus ruang kreativitas bagi anak-anak muda di Tarakan,” katanya.
Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, pengamanan jalannya parade juga akan didukung oleh personel dari Kepolisian Resor Tarakan.
Rencananya, parade akan dilepas langsung oleh Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, sekitar pukul 21.00 WITA.
Kegiatan ini digagas oleh Komunitas Orang Indonesia Tarakan bersama Serikat Pemuda Jawa Kalimantan Utara. Pelaksanaannya juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Pemerintah Kota Tarakan, serta sejumlah pihak lainnya, termasuk Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Utara.
Panitia berharap parade tersebut dapat menjadi panggung kreativitas masyarakat sekaligus memperkuat tradisi kebersamaan yang menjadi ruh Ramadan di Kota Tarakan. (*jmsi)





