NUNUKAN — Antusiasme pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Nunukan untuk ambil bagian dalam Festival Paras Perbatasan 2026 terlihat tinggi. Hingga pelaksanaan festival berlangsung, tercatat sebanyak 113 pelaku UMKM kuliner telah bergabung meramaikan area kegiatan.
Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan mengatakan, jumlah tersebut bertambah dari data awal sebanyak 110 UMKM yang telah mendaftar.
“Hari ini ada tambahan tiga, jadi ada 113 yang sudah bergabung, itu di luar stan pameran untuk ekonomi kreatif (ekraf), jadi 113 ini murni teman-teman UMKM kuliner, makanan dan minuman,” ujarnya, Sabtu (3/10/2026).
Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat pelaku UMKM untuk memanfaatkan momentum Paras Fest sebagai ruang memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan.
Menurutnya, antusiasme tersebut sudah terlihat sejak pendaftaran dibuka, link pendaftaran yang dibagikan pada pagi hari langsung mendapat respons cepat dari pelaku usaha.
“Ketika kami share link pendaftaran pagi hari sekitar jam 6, kami cek jam 12 siang, setengah hari itu sudah terisi 110 UMKM,” katanya.
Padahal, kapasitas area Paras Perbatasan secara normal hanya mampu menampung sekitar 80 UMKM, kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah mencari solusi agar pelaku usaha yang telah mendaftar tetap mendapatkan kesempatan berjualan.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni memanfaatkan pengadaan 50 unit tenda UMKM melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Nunukan, selain itu, pengaturan stan juga dilakukan dengan menyesuaikan kapasitas lokasi.
“Untuk mengakali karena masih kekurangan, dua tenda diisi tiga UMKM, di Blok D, di depan gazebo, rata-rata dua tenda diisi tiga UMKM,” jelasnya.
Selain stan kuliner, Paras Fest 2026 juga menghadirkan sekitar 10 stan kerajinan tangan dan produk ekonomi kreatif, stan tersebut diisi oleh sejumlah kelompok dan pelaku usaha, di antaranya binaan Lapas, binaan UPT KPH Kehutanan Provinsi, produk daur ulang sampah dari Dinas Lingkungan Hidup, pelaku UMKM ekraf, hingga produk hasil karya siswa SMK.
Beberapa produk baru juga turut diperkenalkan dalam pameran tahun ini, termasuk kerajinan dari Manaselong serta kerajinan berbahan rotan dari Bisokong yang sebelumnya belum berpartisipasi dalam kegiatan serupa.
“Untuk produk yang kami gelar di stan, ada sekitar tiga produk baru, termasuk kerajinan dari Manaselong dan kerajinan berbahan rotan dari Bisokong, tahun kemarin mereka belum pernah berpartisipasi,” ujarnya.
Ia menilai, tingginya antusiasme UMKM tidak terlepas dari Paras Fest yang menjadi salah satu kegiatan yang dinantikan pelaku usaha, terlebih, tahun sebelumnya kegiatan tersebut tidak dapat dilaksanakan di lokasi yang sama.
“Paras Fest merupakan momen yang sangat dinanti-nanti teman-teman UMKM, tahun kemarin tidak bisa dilaksanakan di Paras, sehingga mereka memang menunggu kapan pendaftaran dibuka,” ungkapnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga mengatur keberadaan pelaku usaha yang beraktivitas di luar area utama Paras Perbatasan, untuk UMKM yang berada di dalam area festival, evaluasi dilakukan secara berkala, termasuk terkait perkembangan omzet selama kegiatan berlangsung.
Sementara pelaku usaha di luar area utama diberikan sosialisasi mengenai batas lokasi dan ketentuan aktivitas selama festival, pengawasan di lapangan juga dilakukan bersama petugas pengamanan, termasuk Satpol PP.
“Yang rutin kami evaluasi dan kami minta capaian peningkatan omzet selama Festival Paras Perbatasan ini adalah yang ada di dalam area Paras Perbatasan, untuk yang di luar, kami memberikan sosialisasi dan pemahaman mengenai batas-batas mana yang boleh dan mana yang tidak,” jelasnya.
Ia menambahkan, salah satu persyaratan utama bagi UMKM yang berjualan di area festival adalah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), selain itu, pelaku usaha juga diwajibkan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan selama kegiatan berlangsung.
Melalui pengaturan tersebut, pemerintah daerah berharap Paras Fest tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM melalui kesempatan memperkenalkan produk, menjangkau konsumen baru, dan meningkatkan aktivitas ekonomi selama festival. (*)






