TARAKAN — Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando G. Manik, bersama Wali Kota Tarakan, Khairul, resmi membuka kegiatan Semarak Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026, Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini menandai dimulainya layanan penukaran uang Rupiah di Kalimantan Utara.
Secara nasional, program SERAMBI 2026 diluncurkan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, pada 13 Februari 2026 di Jakarta.
Melalui program SERAMBI 2026, Bank Indonesia bersama perbankan menyediakan layanan penukaran uang Rupiah guna memastikan ketersediaan uang layak edar dan mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
Wali Kota Tarakan mengapresiasi sinergi Bank Indonesia, perbankan, dan pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui kelancaran sistem pembayaran tunai maupun non tunai. Ia menilai Ramadan dan Idulfitri menjadi momentum penting karena meningkatnya aktivitas ekonomi, termasuk tradisi berbagi dan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR).
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Kaltara menyampaikan SERAMBI 2026 mengusung tema Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah. Tema ini menegaskan peran Rupiah dalam mendukung aktivitas masyarakat selama Ramadan, mulai dari ibadah hingga tradisi berbagi.
Dalam program ini, BI Kaltara menyiapkan Uang Layak Edar sebesar Rp701 miliar atau meningkat 22 persen dibanding 2025. Paket penukaran juga meningkat menjadi 5,3 juta paket dari sebelumnya 4,3 juta paket.
Layanan penukaran uang berlangsung pada 18 Februari hingga 13 Maret 2026 di 36 titik penukaran resmi di Kalimantan Utara. Pemesanan dilakukan melalui Website PINTAR agar masyarakat dapat memilih jadwal dan lokasi penukaran sesuai kebutuhan.
BI juga mengimbau masyarakat mengenali keaslian uang melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta merawat Rupiah dengan prinsip 5J, yakni tidak dilipat, dicoret, diremas, distapler, dan dibasahi.
Pemerintah Kota Tarakan mendukung penuh pelaksanaan SERAMBI 2026. Momentum Ramadan dan Idulfitri diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM, perdagangan, dan jasa. Masyarakat juga diimbau memanfaatkan layanan resmi penukaran Rupiah dan berbelanja secara bijak untuk menjaga stabilitas ekonomi dan inflasi. (*)





