Kegiatan yang melibatkan Satpolairud Polres Tarakan dan Polsek Tarakan Timur tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya memperkuat swasembada pangan di daerah.
Kapolsek Tarakan Timur AKP Jamzani, S.H., mengatakan keterlibatan Polri dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk sinergi bersama masyarakat untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin hadir dan bekerja bersama masyarakat. Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk Polri,” ucapnya.
Sementara itu, Kasatpolairud Polres Tarakan IPTU Prabowo Eka Prasetyo, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan penanaman jagung diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya para petani lokal.
“Kami berharap program ini dapat membantu meningkatkan hasil pertanian masyarakat serta mendorong semangat kelompok tani dalam mengembangkan sektor pangan di Kota Tarakan,” katanya.
Penanaman bibit jagung dilakukan secara gotong royong oleh personel kepolisian bersama Kelompok Tani Kampung Satu di lahan yang telah disiapkan sebelumnya. Hadir pula Kanit Gakum Satpolairud Polres Tarakan IPDA Yoyon Iscahyono, S.H., beserta personel Satpolairud dan Polsek Tarakan Timur.
Suasana kebersamaan terlihat selama proses penanaman berlangsung. Berdasarkan estimasi, hasil panen jagung diperkirakan mulai dapat dipanen pada awal Agustus 2026.
Kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar dengan dukungan cuaca cerah sepanjang pelaksanaan di lapangan. (*)






