JAKARTA – Kunjungan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Wawan Rohmat Marzuki ke stan Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) dalam pameran Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 berlangsung dalam suasana hangat dan akrab.
Menteri Kehutanan menyambangi stan Balai TNKM di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, yang menjadi salah satu peserta pameran HKAN 2026. Kegiatan berlangsung selama empat hari, 20–23 Agustus 2026.
Kedatangan Menteri Kehutanan disambut Kepala Balai TNKM Seno Pramudito, S.Hut., M.E., Kepala SPTN Wilayah I Long Bawan Balai TNKM Hery Gunawan, S.Hut., Kepala SPTN Wilayah III Long Ampung, Misoniman, serta sejumlah personel Balai TNKM.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kehutanan tidak hanya melihat berbagai informasi mengenai potensi Taman Nasional Kayan Mentarang, tetapi juga berinteraksi langsung dengan petugas. Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika Seno Pramudito mengenakan kopiah bermotif manik khas Dayak Lundayeh kepada Menteri Kehutanan.
Kopiah dengan motif khas Lundayeh tersebut menjadi simbol kekayaan budaya masyarakat yang hidup di sekitar kawasan TNKM. Menteri Kehutanan kemudian mengenakannya sambil berinteraksi dengan petugas di stan.

Suasana semakin cair ketika Menteri Kehutanan mencicipi buah Elai (Durio kutejensis), salah satu buah khas Kalimantan yang turut ditampilkan di stan Balai TNKM.
Setelah mencicipi gigitan pertama, Menteri Kehutanan langsung memberikan tanggapannya.
“Ini enak, nggak ada baunya, tapi enak loh,” ujarnya.
Menteri Kehutanan kemudian kembali mencicipi buah tersebut dan kembali mengungkapkan apresiasinya.
“Ini beneran enak,” katanya.
Ia bahkan menyampaikan keinginannya untuk kembali mencicipi Elai pada kesempatan berikutnya.
“Kalau ada waktu kapan-kapan saya kembali lagi ya, mencicipi Elai-nya. Tahun depan ya,” ucapnya.
Momen tersebut disambut gembira oleh personel Balai TNKM. Tidak hanya Menteri Kehutanan, dalam kesempatan yang sama istrinya juga turut mencicipi buah Elai yang disajikan di stan.
Kehadiran Elai menjadi salah satu cara Balai TNKM memperkenalkan kekayaan hayati Kayan Mentarang kepada pengunjung. Buah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kawasan konservasi tidak hanya memiliki hutan dan satwa liar, tetapi juga menyimpan berbagai tumbuhan yang menjadi bagian dari sumber pangan dan kehidupan masyarakat.
Di balik suasana hangat kunjungan tersebut, terdapat pesan penting bagi para rimbawan yang bertugas di kawasan perbatasan Kalimantan Utara.
Kepala Balai TNKM Seno Pramudito mengatakan, kunjungan Menteri Kehutanan memberikan semangat bagi personel yang selama ini bekerja di lapangan, khususnya para rimbawan yang bertugas di kawasan perbatasan.
“Kunjungan beliau memberikan semangat untuk teman-teman rimbawan yang ada di perbatasan, khususnya di Kaltara. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada teman-teman yang bertugas di lapangan,” ujar Seno, Minggu (23/08/2026).
Menurutnya, perhatian dan dukungan tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Balai TNKM untuk terus menjalankan tugas menjaga kawasan konservasi dan keanekaragaman hayati di wilayah perbatasan.
Taman Nasional Kayan Mentarang sendiri merupakan kawasan konservasi penting di Kalimantan Utara yang tidak hanya menyimpan kekayaan alam, tetapi juga berkaitan erat dengan kehidupan dan budaya masyarakat adat di sekitarnya.
Karena itu, kehadiran Balai TNKM dalam pameran HKAN 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan tersebut kepada masyarakat luas. Informasi tentang kawasan, produk lokal, buah Elai, hingga simbol budaya Lundayeh disajikan dalam satu ruang yang mempertemukan masyarakat dengan cerita dari kawasan perbatasan.
Kunjungan Menteri Kehutanan pun menjadi momen yang memberi kesan bagi personel Balai TNKM. Di tengah agenda pameran, perhatian dan apresiasi yang diberikan menjadi penyemangat bagi para rimbawan untuk terus menjaga hutan dan kekayaan hayati Kayan Mentarang di wilayah perbatasan Kalimantan Utara. (*)






