Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Redaksi & Manajemen
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
intikatanusantara.id
Advertisement
  • Home
  • Daerah
    • Kalimantan Timur
      • Balikpapan
      • Samarinda
      • Bontang
      • Berau
      • Kutai Barat
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Kartanegara
      • Paser
      • PPU
    • Kalimantan Utara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Sebatik
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Pariwisata
  • Opini
No Result
View All Result
intikatanusantara.id
  • Home
  • Daerah
    • Kalimantan Timur
      • Balikpapan
      • Samarinda
      • Bontang
      • Berau
      • Kutai Barat
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Kartanegara
      • Paser
      • PPU
    • Kalimantan Utara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Sebatik
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Pariwisata
  • Opini
No Result
View All Result
intikatanusantara.id
No Result
View All Result
Home Daerah

Dikira Satwa Biasa, Rekaman 2023 dari Kebun Warga Krayan Kini Terverifikasi Kucing Merah

by Admin
26/09/2026
in Daerah, Kalimantan Utara, Nunukan, Pariwisata
A A
0
seekor kucing merah tampak berjalan menyusuri lantai hutan di antara pepohonan dan semak (Dok. TNKM)

NUNUKAN – Ferli awalnya mengira satwa berwarna kemerahan yang muncul di sekitar kebunnya di Desa Long Umung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, hanyalah hewan liar biasa, karena penasaran, ia spontan merekam kemunculannya.

Tiga tahun berselang, rekaman yang diambil pada 2023 itu kembali mendapat perhatian, setelah ditelusuri dan diverifikasi oleh Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), satwa yang terekam dalam video berdurasi sekitar 63 detik tersebut diketahui merupakan kucing merah (Catopuma badia), satwa langka dan dilindungi yang hidup di Pulau Borneo.

Baca Juga

Omzet Paras Fest 2026 Nyaris Rp2 Miliar, Malam Penutupan Tembus Rp306 Juta

HUT ke-27 Nunukan, Raden Iwan Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesinambungan Pembangunan

Usai Senam Lukiwol, Liza Natalia Ajak Masyarakat Nunukan Zumba Ceria

Perjumpaan itu terjadi ketika Ferli, staf Resort Krayan Balai TNKM, sedang berada di kebunnya, saat tengah duduk beristirahat, tiba-tiba muncul seekor satwa berukuran cukup besar dengan warna tubuh kemerahan di antara pepohonan dan semak.

Karena belum mengetahui jenis satwa tersebut, Ferli memilih mengabadikannya melalui video. Saat itu, ia dan orang-orang di sekitarnya belum mengetahui bahwa hewan yang direkam merupakan kucing merah.

“Pas ketemunya itu mulainya dari daerah kebun saya yang nggak jauh dari kawasan Taman Nasional, kurang lebih ada sekitar dua kilo, saat penemuannya saya lagi duduk istirahat, tidak lama muncul binatang itu. Kita tidak tahu jenisnya binatang apa,” tutur Ferli, Sabtu (26/09/2026).

Dalam rekaman tersebut, satwa tampak berjalan menyusuri lantai hutan di antara pepohonan dan semak, dengan jarak beberapa meter dari orang yang merekam. Berdasarkan ukuran visual, bobot satwa diperkirakan sekitar 3–4 kilogram, meski tidak dilakukan penimbangan langsung.

Ferli, staf Resort Krayan Balai TNKM (Dok. TNKM)

Bagi Ferli, perjumpaan itu menjadi pengalaman yang cukup menegangkan karena merupakan pertama kalinya ia melihat langsung satwa dengan ukuran cukup besar dan warna tubuh kemerahan.

“Kalau rasa takut pasti ada lah sedikit, karena baru pertama kali juga ketemu secara langsung dengan kucing berukuran besar dan warna merah,” ungkapnya.

Rekaman tersebut kemudian tersimpan hingga kembali menjadi perhatian pada 2026, dari dokumentasi itulah petugas TNKM melakukan verifikasi untuk memastikan jenis satwa yang terekam.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Krayan Balai TNKM, Hery Gunawan, S.Hut., mengatakan proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan dokumentasi dengan karakteristik morfologi kucing merah.

“Verifikasi dilakukan berdasarkan dokumentasi yang diperoleh dari lokasi perjumpaan, kemudian dicocokkan dengan ciri-ciri morfologi kucing merah (Catopuma badia). Identifikasi juga memperhatikan karakteristik fisik yang membedakannya dari jenis kucing liar lainnya,” jelas Hery, Sabtu (26/09/2026).

Kepala SPTN Wilayah I Krayan Balai TNKM, Hery Gunawan

Hery menjelaskan, lokasi perjumpaan berada di Desa Long Umung, Kecamatan Krayan Timur, namun berada di luar kawasan TNKM, jaraknya kurang lebih dua kilometer dari batas kawasan taman nasional.

Meski berada di luar kawasan TNKM, keberadaan kucing merah di lokasi tersebut tetap menjadi perhatian SPTN Wilayah I Krayan karena dapat memberikan informasi mengenai kondisi habitat serta kemungkinan pergerakan satwa liar di sekitar kawasan konservasi.

“Meskipun berada di luar kawasan taman nasional, temuan ini tetap menjadi perhatian kami karena keberadaan satwa tersebut memberikan informasi penting mengenai kondisi habitat dan kemungkinan pergerakan satwa liar di sekitar kawasan TNKM,” ujar Hery.

Di sekitar lokasi perjumpaan masih terdapat tutupan vegetasi dan kawasan berhutan yang dapat mendukung keberadaan satwa liar.

Namun, Hery mengatakan diperlukan pemantauan lebih lanjut untuk memastikan apakah lokasi tersebut merupakan habitat utama atau jalur pergerakan kucing merah.

Informasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan bagi petugas untuk melakukan pemantauan lanjutan. Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah pemasangan kamera trap di sekitar lokasi.

“Lokasi tersebut dapat menjadi salah satu titik yang kami pertimbangkan untuk pemantauan lebih lanjut, termasuk kemungkinan penggunaan kamera trap,” katanya.

Hery juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam membantu petugas memperoleh informasi mengenai keberadaan satwa liar. Setiap laporan mengenai lokasi, waktu perjumpaan, kondisi satwa, serta dokumentasi foto atau video dapat menjadi bahan dalam pemantauan keanekaragaman hayati.

Masyarakat yang kembali menjumpai kucing merah maupun satwa liar lainnya diimbau tidak menangkap, mengejar atau mengganggu satwa, jika terjadi perjumpaan, masyarakat diharapkan menjaga jarak dan memberikan ruang agar satwa dapat bergerak secara alami.

Kucing merah (Catopuma badia) merupakan satwa endemik Pulau Borneo yang keberadaannya tergolong langka, satwa ini tercantum sebagai jenis mamalia yang dilindungi di Indonesia dan berstatus Endangered (EN) atau terancam punah dalam daftar merah IUCN.

Kondisi tersebut membuat dokumentasi keberadaan kucing merah di Long Umung menjadi informasi penting, meskipun lokasi perjumpaan berada di luar kawasan TNKM.

Kedekatannya dengan batas taman nasional dapat menjadi bahan bagi pengelola untuk melihat keterhubungan habitat dan kemungkinan pergerakan satwa liar di sekitar kawasan.

Kepala Balai TNKM, Seno Pramudita (Dok. TNKM)

Kepala Balai TNKM, Seno Pramudita, S.Hut., M.E., mengatakan dokumentasi kucing merah dari Krayan menjadi bagian penting dalam catatan keberadaan satwa tersebut di wilayah TNKM.

“Staf kami, petugas kami juga menemukan dan mendapatkan videonya kucing merah ini di Krayan di Kabupaten Nunukan,” ujar Seno, Sabtu (26/09/2026).

Menurut Seno, keberadaan kucing merah sebelumnya juga tercatat di sejumlah wilayah TNKM di Kabupaten Malinau, dengan adanya dokumentasi dari Krayan, catatan persebaran satwa tersebut mencakup dua kabupaten dalam bentang TNKM.

“Sehingga penyebaran kucing merah ini sudah tersebar di dua kabupaten, sehingga kita harapkan memang dengan penemuan-penemuan ini kucing merah masih eksis atau masih lestari di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang,” katanya.

Seno mengajak masyarakat dan seluruh pihak untuk ikut menjaga keberadaan kucing merah serta habitat tempat satwa tersebut hidup.

“Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, seluruh pihak yang ada untuk dapat membantu kami di dalam melestarikan kucing merah ini yang sudah sangat langka dan menjadi satwa endemik di Kalimantan Utara pada umumnya,” tegasnya.

Bagi Ferli, apa yang awalnya hanya dianggap sebagai perjumpaan dengan satwa liar biasa kini menjadi sebuah pengalaman yang memiliki arti penting. Ia berharap masyarakat di sekitar Krayan dapat ikut menjaga satwa liar yang masih ditemukan di lingkungan mereka.

“Harapannya ke depan, untuk masyarakat, kita bisa menjaganya dan melestarikannya supaya lebih aman dan terjaga,” ujarnya.

Rekaman sederhana dari kebun di Long Umung itu kini menjadi catatan penting bagi wilayah SPTN Wilayah I Krayan.

Perjumpaan yang terjadi pada 2023 tersebut akhirnya membuka informasi baru setelah pada 2026 satwa dalam rekaman terverifikasi sebagai kucing merah, sekaligus menjadi dasar untuk mendorong pemantauan lebih lanjut di sekitar kawasan TNKM. (*)

Tags: BTNKMCatopumaBadiaintikatanusantara.idIUCNKalimantanUtaraKLHKKonservasiKrayanKSDAEKucingMerahNunukanSatwaDilindungiSatwaLangkaTNKM
Share236Tweet147SendShareSend
Previous Post

Bukan Sekadar Kartu, Nunukan Mulai Bangun Data untuk Buka Akses Layanan Penyandang Disabilitas

Next Post

Ditbinmas Polda Kaltara Ingatkan Pelajar SMAN 2 Tanjung Selor Bahaya Bullying hingga TPPO

Berita Lainnya

Usai Senam Lukiwol, Liza Natalia Ajak Masyarakat Nunukan Zumba Ceria

Usai Senam Lukiwol, Liza Natalia Ajak Masyarakat Nunukan Zumba Ceria

by Admin
11/10/2026
0

NUNUKAN – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan belum berakhir setelah ribuan masyarakat mengikuti Senam Iluk Yaki...

11.020 Orang Ikuti Senam Lukiwol, Nunukan Pecahkan Rekor MURI

11.020 Orang Ikuti Senam Lukiwol, Nunukan Pecahkan Rekor MURI

by Admin
11/10/2026
0

NUNUKAN – Sebanyak 11.020 peserta mengikuti Senam Iluk Yaki Betawol atau yang dikenal dengan Senam Lukiwol di Ruang Terbuka Publik...

Terbang Tinggi di Bumi Borneo, Bakesbangpol Usung Semangat Budaya dan Kemajuan Nunukan

Terbang Tinggi di Bumi Borneo, Bakesbangpol Usung Semangat Budaya dan Kemajuan Nunukan

by Admin
10/10/2026
0

NUNUKAN – Filosofi burung enggang menjadi daya tarik dalam penampilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Nunukan pada Pawai...

Next Post
Ditbinmas Polda Kaltara Ingatkan Pelajar SMAN 2 Tanjung Selor Bahaya Bullying hingga TPPO

Ditbinmas Polda Kaltara Ingatkan Pelajar SMAN 2 Tanjung Selor Bahaya Bullying hingga TPPO

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Terlaris

  • Bukan Sekadar Lomba, Mabettang Jadi Penghormatan untuk Mama-Mama Pembudidaya Rumput Laut Nunukan

    Bukan Sekadar Lomba, Mabettang Jadi Penghormatan untuk Mama-Mama Pembudidaya Rumput Laut Nunukan

    595 shares
    Share 238 Tweet 149
  • Paras Fest 2026 Dibuka, 3.000 Warga Rayakan HUT ke-27 Nunukan dengan Budaya, Doa dan UMKM

    590 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Dikira Satwa Biasa, Rekaman 2023 dari Kebun Warga Krayan Kini Terverifikasi Kucing Merah

    589 shares
    Share 236 Tweet 147
  • 11.020 Orang Ikuti Senam Lukiwol, Nunukan Pecahkan Rekor MURI

    589 shares
    Share 236 Tweet 147
  • Polres dan Imigrasi Nunukan Hadir untuk Anak Perbatasan, 13 Pelajar Dapat Pas Lintas Batas

    588 shares
    Share 235 Tweet 147
intikatanusantara.id

Kaltim : Samarinda
Kaltara : Nunukan
Tep : 081351924942

Rubrik

  • Balikpapan
  • Berau
  • Bontang
  • Bulungan
  • Daerah
  • DPRD KabupatenNunukan
  • DPRD Kaltara
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara
  • Kutai Barat
  • Kutai Kartanegara
  • Kutai Timur
  • Malinau
  • Nasional
  • Nunukan
  • Opini
  • Pariwisata
  • Paser
  • Pemkab Nunukan
  • Pendidikan
  • Polda Kaltara
  • Politik
  • Polres Nunukan
  • PPU
  • Samarinda
  • Sebatik
  • Tana Tidung
  • Tarakan

Tag

dprd kaltara ikn nusantara inti kata jmsi Kalimantan Utara kaltara Nunukan polda kaltara polres tarakan tarakan

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

© 2023 PT. MULTIMEDIA NUSANTARA SUKSES

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kalimantan Timur
      • Balikpapan
      • Samarinda
      • Bontang
      • Berau
      • Kutai Barat
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Kartanegara
      • Paser
      • PPU
    • Kalimantan Utara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Sebatik
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Pariwisata
  • Opini

© 2023 PT. MULTIMEDIA NUSANTARA SUKSES