Kamis, Juni 11, 2026
  • Redaksi & Manajemen
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
intikatanusantara.id
Advertisement
  • Home
  • Daerah
    • Kalimantan Timur
      • Balikpapan
      • Samarinda
      • Bontang
      • Berau
      • Kutai Barat
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Kartanegara
      • Paser
      • PPU
    • Kalimantan Utara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Sebatik
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Pariwisata
  • Opini
No Result
View All Result
intikatanusantara.id
  • Home
  • Daerah
    • Kalimantan Timur
      • Balikpapan
      • Samarinda
      • Bontang
      • Berau
      • Kutai Barat
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Kartanegara
      • Paser
      • PPU
    • Kalimantan Utara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Sebatik
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Pariwisata
  • Opini
No Result
View All Result
intikatanusantara.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Beras Adan dari Dataran Tinggi Krayan, Ditanam Turun-temurun Oleh Masyarakat Dayak Lundayeh

by Admin
03/09/2025
in Ekonomi, Nunukan
A A
0
Beras Adan dari Dataran Tinggi Krayan, Ditanam Turun-temurun Oleh Masyarakat Dayak Lundayeh

Masyarakat di Dataran Tinggi Krayan Menanam Padi Adan. (ist)

Baca Juga

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Nunukan Perkuat Kepedulian Lingkungan Lewat Gerakan Indonesia ASRI

KKSS Nunukan Tutup Musda VI dengan Semangat Persatuan, Abu Bakar Sidiq Nahkodai Organisasi Lima Tahun ke Depan

Bupati Cup 2026 Hadirkan Eks Timnas hingga Pemain Asing

Nunukan – Di pedalaman Kalimantan, tepatnya di Kalimantan Utara (Kaltara), terhampar Dataran Tinggi Krayan. Kawasan ini berbatasan langsung dengan Malaysia, namun justru lebih dekat secara akses distribusi barang ke negeri jiran dibandingkan ke ibu kota Kabupaten Nunukan.

Kondisi geografis yang terisolasi membuat kebutuhan pokok masyarakat kerap dipasok dari Malaysia. Namun, di balik keterbatasan itu, Krayan menyimpan kekayaan alam sekaligus warisan budaya yang menjadi kebanggaan yakni Beras Adan.

Beras Adan adalah varietas padi lokal yang ditanam turun-temurun oleh masyarakat Dayak Lundayeh. Padi tumbuh subur berkat tanah yang kaya mineral, udara pegunungan yang sejuk, serta air yang jernih dari hulu sungai di Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM). Dari generasi ke generasi, beras ini hadir dalam berbagai jenis, putih, merah, hingga hitam, masing-masing dengan aroma dan cita rasa khas.

Namun menjaga keberlanjutan Beras Adan bukan hanya perkara pertanian. Hutan dan sumber air yang menopang persawahan juga harus tetap lestari. Inilah yang mendorong Balai TNKM menggagas kolaborasi bersama masyarakat adat melalui program Desa Binaan. Program ini tak hanya meningkatkan kapasitas petani, tetapi juga memperkuat kelembagaan desa, hingga membantu membuka akses pasar bagi Beras Adan.

“Beras Adan adalah kebanggaan Krayan, lahir dari tanah yang subur dan air pegunungan yang jernih. Bukan hanya hasil pertanian, tetapi juga warisan budaya dan bukti harmoninya masyarakat Krayan dengan alam,” ujar Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito.

Menurut Seno, TNKM berperan menjaga kelestarian hutan dan air, sementara masyarakat adat terus melestarikan tradisi bercocok tanam organik.

“Kolaborasi ini membuktikan bahwa melestarikan alam dan meningkatkan ekonomi masyarakat bisa berjalan beriringan,” tambahnya.

Lewat program desa binaan, Beras Adan diarahkan sebagai produk unggulan Krayan. Desa-desa yang menjadi percontohan diharapkan mampu menunjukkan bahwa konservasi dan kesejahteraan dapat berjalan bersama.

“Kami ingin Beras Adan bukan hanya dikenal, tetapi dicintai dan dihargai dunia sebagai produk pertanian dari Dataran Tinggi Krayan,” tutup Seno.

Hadir dengan tiga varietas, Beras Adan memiliki tekstur pulen, legit, beraroma harum, dan lebih cepat mengenyangkan dibanding beras biasa. Benihnya pun asli, diwariskan dari generasi ke generasi.

“Keunggulan Beras Adan yaitu diproduksi secara organik, tanpa menggunakan pupuk kimia dan pestisida. Punya tekstur pulen, legit, dan aroma harum. Benih beras ini merupakan warisan dari nenek moyang masyarakat Krayan,” jelas Hery Gunawan, Kepala Seksi Pengelolaan TN Wilayah I Long Bawan.

Karena kualitasnya yang istimewa, permintaan terhadap Beras Adan cukup tinggi, termasuk dari Malaysia.

“Untuk pembeli beras ini, memang benar lebih banyak pembeli dari Malaysia. Jadi pembeli datang langsung ke Krayan, atau masyarakat Krayan yang menjualnya langsung ke Malaysia. Hal itu terjadi karena akses jalan lebih mudah ke Malaysia, daripada ke wilayah kabupaten di Kaltara yang harus menggunakan pesawat,” tambah Hery.

Secara administratif, kawasan TNKM di Resort Krayan berada di lima kecamatan, sementara pemukiman masyarakat berada di luar kawasan inti taman nasional atau yang disebut daerah penyangga. Di wilayah inilah, kolaborasi konservasi dan pemberdayaan masyarakat dijalankan.

“Yang kami lakukan dari Balai Taman Nasional Kayan Mentarang salah satunya adalah pembentukan kelompok binaan Balai TNKM di lima kecamatan Krayan. Kami meningkatkan kapasitas masyarakat dengan melibatkan stakeholder lain seperti Dinas Pertanian Kabupaten Nunukan. Dukungan juga diberikan dalam bentuk bantuan alat pertanian, mulai dari hand tractor, mesin giling padi, hingga alat pengemasan,” jelas Hery.

Melalui program Desa Binaan, TNKM mendorong masyarakat menjadikan Beras Adan bukan hanya produk unggulan lokal, tetapi juga sebagai identitas sekaligus simbol konservasi.

Beras Adan kini menjadi bukti bahwa konservasi bukanlah penghalang pembangunan, melainkan fondasi kesejahteraan berkelanjutan. Keberadaannya tidak hanya menjaga hubungan manusia dengan alam tetap selaras, tetapi juga memberi harapan ekonomi bagi masyarakat Krayan.

Di tengah keterbatasan akses, semangat masyarakat adat dan dukungan Balai TNKM menjadi kunci menjaga warisan ini tetap lestari. Dari lereng-lereng sawah organik di Krayan, aroma harum Beras Adan membawa pesan sederhana, alam yang terjaga adalah kesejahteraan yang nyata. (*)

Tags: beras adanikn nusantarainti katakaltaraKrayanLundayeh
Share239Tweet149SendShareSend
Previous Post

Kapolda Kaltara Kunjungi Kantor BNNP Kaltara, Pererat Sinergi Dalam Pemberantasan Narkotika

Next Post

Gubernur Ajak ASN Jaga Kondusifitas

Berita Lainnya

Komisi I DPRD Kaltara Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Data Akurat untuk Pembangunan

Komisi I DPRD Kaltara Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Data Akurat untuk Pembangunan

by Admin
10/06/2026
0

TANJUNG SELOR – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Alimuddin, S.T., menghadiri Apel Siaga Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang...

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Nunukan Perkuat Kepedulian Lingkungan Lewat Gerakan Indonesia ASRI

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Nunukan Perkuat Kepedulian Lingkungan Lewat Gerakan Indonesia ASRI

by Admin
09/06/2026
0

NUNUKAN – Semangat menyambut Hari Bhayangkara ke-80 diwujudkan Polres Nunukan melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), Selasa...

Ketua DPRD Kaltara Apresiasi WTP ke-12, Tegaskan Pengawasan Tata Kelola Keuangan

Ketua DPRD Kaltara Apresiasi WTP ke-12, Tegaskan Pengawasan Tata Kelola Keuangan

by Admin
09/06/2026
0

TANJUNG SELOR – DPRD Provinsi Kalimantan Utara menggelar Rapat Paripurna ke-11 Masa Persidangan III Tahun 2026 dengan agenda Penyerahan Laporan...

Next Post
Gubernur Ajak ASN Jaga Kondusifitas

Gubernur Ajak ASN Jaga Kondusifitas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Terlaris

  • Teguh Santosa: Rakernas JMSI, Momentum Kawal Asta Cita Menuju Indonesia Emas

    Teguh Santosa: Rakernas JMSI, Momentum Kawal Asta Cita Menuju Indonesia Emas

    600 shares
    Share 240 Tweet 150
  • Gubernur Kaltara Soroti Ketimpangan Harga dan Infrastruktur di Perbatasan, Minta Perhatian Lebih dari Pemerintah Pusat

    597 shares
    Share 239 Tweet 149
  • Bupati Cup 2026 Hadirkan Eks Timnas hingga Pemain Asing

    596 shares
    Share 238 Tweet 149
  • Andi Mulyano Usul Pasar Tani Tetap Berjalan di Kawasan Alun-Alun Nunukan

    596 shares
    Share 238 Tweet 149
  • Bupati Nunukan Sebut Lomba Bedug Sahur Jadi Wadah Silaturahmi dan Kebersamaan Masyarakat

    602 shares
    Share 241 Tweet 151
intikatanusantara.id

Kaltim : Samarinda
Kaltara : Nunukan
Tep : 081351924942

Rubrik

  • Balikpapan
  • Berau
  • Bontang
  • Bulungan
  • Daerah
  • DPRD KabupatenNunukan
  • DPRD Kaltara
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara
  • Kutai Barat
  • Kutai Kartanegara
  • Kutai Timur
  • Malinau
  • Nasional
  • Nunukan
  • Opini
  • Pariwisata
  • Paser
  • Pemkab Nunukan
  • Pendidikan
  • Polda Kaltara
  • Politik
  • Polres Nunukan
  • PPU
  • Samarinda
  • Sebatik
  • Tana Tidung
  • Tarakan

Tag

dprd kaltara ikn nusantara inti kata jmsi kaltara Kanwil Kemenkum Kaltim Nunukan polda kaltara polres tarakan tarakan

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

© 2023 PT. MULTIMEDIA NUSANTARA SUKSES

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kalimantan Timur
      • Balikpapan
      • Samarinda
      • Bontang
      • Berau
      • Kutai Barat
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Kartanegara
      • Paser
      • PPU
    • Kalimantan Utara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Sebatik
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Pariwisata
  • Opini

© 2023 PT. MULTIMEDIA NUSANTARA SUKSES