MANOKWARI – Hanya dengan waktu persiapan sekitar tiga pekan, dua penyanyi solo asal Kabupaten Malinau berhasil mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat.
Abraham Sanubari sukses mempersembahkan medali emas pada kategori Solo Remaja Pemuda Putra (SRPP), sedangkan Susilis Roliawanti meraih medali perak pada kategori Solo Remaja Pemuda Putri (SRPI). Raihan tersebut menjadi bagian dari keberhasilan Kontingen Kalimantan Utara yang membawa pulang tiga medali emas dan empat medali perak.
Pelatih kategori solo Kontingen Kalimantan Utara, Casna, mengatakan keberhasilan kedua penyanyi muda tersebut lahir dari proses latihan yang tidak mudah. Selama hampir tiga minggu, Abraham dan Susilis menjalani latihan hampir setiap hari dengan total lebih dari 15 kali pertemuan.
“Latihan mereka sangat disiplin. Kami tidak hanya membangun kualitas vokal, tetapi juga karakter, kedisiplinan, dan mental mereka sebagai seorang penyanyi,” ujar Casna.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi tidak sedikit. Selain waktu persiapan yang singkat, tim juga menghadapi keterbatasan fasilitas latihan, terutama belum adanya pianis pendamping selama masa persiapan di Kalimantan Utara.
“Kami baru bisa latihan bersama pianis ketika sudah berada di Manokwari. Itu tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun Puji Tuhan, pengalaman mereka selama mengikuti kompetisi di ICC Malinau membantu proses adaptasi di panggung nasional,” katanya.


Casna menjelaskan, Susilis merupakan peserta yang baru pertama kali tampil pada Pesparawi Nasional. Meski belum memiliki latar belakang sebagai penyanyi klasik, semangat belajar dan kemauan untuk terus berkembang menjadi modal utama hingga mampu mempersembahkan medali perak.
“Susilis sempat gugup karena ini pengalaman pertamanya. Tetapi dia memiliki semangat belajar yang sangat tinggi. Apa yang diarahkan pelatih selalu dijalankan dengan baik,” tuturnya.
Sementara Abraham dinilai memiliki pengalaman bertanding yang lebih matang dan kualitas vokal yang sudah teruji. Namun, menurut Casna, tantangan terbesar tetap berada pada pengendalian mental saat tampil di hadapan dewan juri.
“Abraham memang salah satu penyanyi andalan kami. Walaupun kualitasnya sangat baik, tetap ada rasa gugup saat tampil. Syukur, dia mampu mengendalikan diri dan memberikan penampilan terbaik hingga meraih medali emas,” ungkapnya.
Casna menilai Kalimantan Utara memiliki banyak potensi penyanyi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional. Namun, potensi tersebut harus didukung sistem pembinaan yang lebih terstruktur.
Ia berharap proses seleksi dan pemusatan latihan dapat dimulai paling tidak enam bulan sebelum pelaksanaan Pesparawi agar kualitas peserta semakin matang.
“Saya percaya Kalimantan Utara mampu bersaing di level nasional, bahkan lebih tinggi. Yang dibutuhkan adalah pembinaan berkelanjutan, sistem latihan yang baik, pelatih yang memadai, dan kesempatan mengirim peserta di seluruh kategori lomba,” jelasnya.
Di akhir keterangannya, Casna menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kalimantan Utara dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara yang telah memberikan dukungan penuh kepada seluruh kontingen selama mengikuti Pesparawi Nasional XIV.
“Dukungan dari LPPD Provinsi dan Pemerintah Provinsi sangat berarti bagi kami. Semoga pembinaan ke depan semakin baik sehingga Kalimantan Utara tidak hanya mempertahankan prestasi, tetapi mampu menjadi juara umum pada Pesparawi Nasional yang akan datang,” pungkasnya.





