TANJUNG SELOR – Di usia yang baru menginjak sembilan tahun, Nathania Hanessa Br Tarigan berhasil mengukir prestasi membanggakan bagi Kalimantan Utara pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat.
Tampil pada kategori Solo Anak Usia 7–10 Tahun, Nathania sukses meraih medali perak setelah bersaing dengan peserta terbaik dari 32 provinsi di Indonesia. Raihan tersebut menjadi bukti bahwa talenta muda dari Bumi Benuanta mampu tampil kompetitif di panggung nasional.
Di balik keberhasilan itu, terdapat dukungan penuh dari keluarga yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan Nathania. Sang ayah mendampingi sebagai pianis pengiring selama penampilan di atas panggung, sementara sang ibu menjadi pelatih utama yang membimbing seluruh proses persiapan.
Orang tua Nathania, Inconita Christina, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang dijalani secara konsisten selama enam bulan terakhir.
“Kami sangat bersyukur atas capaian ini, namun kami menyadari bahwa untuk meraih medali emas di ajang sebesar ini, kami masih membutuhkan persiapan yang jauh lebih matang,” ujarnya, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, latihan dilakukan secara intensif dengan menitikberatkan pada peningkatan teknik vokal, penghayatan lagu, musikalitas, hingga kesiapan mental sebelum tampil di hadapan dewan juri.
Selama masa persiapan, keluarga menjadi kekuatan utama bagi Nathania. Kebersamaan dalam setiap sesi latihan membangun kekompakan yang akhirnya mengantarkan putri mereka meraih prestasi di tingkat nasional.
Bagi Inconita, pengalaman mengikuti Pesparawi Nasional di Manokwari menjadi pelajaran yang sangat berharga. Selain memberikan pengalaman bertanding di tingkat nasional, ajang tersebut juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penampilan pada masa mendatang.
“Pengalaman ini menjadi modal yang sangat berharga bagi kami untuk terus belajar, memperbaiki teknik, dan meningkatkan kemampuan Nathania agar dapat tampil lebih baik lagi,” katanya.
Ia mengungkapkan, keluarga telah menetapkan target untuk mempersiapkan Nathania menghadapi Pesparawi Nasional Tahun 2029 yang dijadwalkan berlangsung di Provinsi Sulawesi Tengah.
Persiapan akan dilakukan lebih matang dengan latihan yang berkesinambungan, peningkatan musikalitas, serta memperbanyak pengalaman tampil di berbagai kompetisi agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi Nathania. Harapan kami, pada Pesparawi 2029 nanti ia dapat kembali mewakili Kalimantan Utara dan mempersembahkan medali emas,” ungkap Inconita.
Keberhasilan Nathania meraih medali perak menjadi inspirasi bagi generasi muda Kalimantan Utara untuk terus mengembangkan bakat dan tidak takut bermimpi besar. Perjalanan menuju Manokwari menjadi langkah awal bagi Nathania dalam mewujudkan cita-cita mengharumkan nama Kalimantan Utara di ajang Pesparawi Nasional pada masa mendatang.






