MANOKWARI – Kontingen Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil mengukir prestasi membanggakan pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 yang digelar di Manokwari, Papua Barat. Target meraih tiga medali emas yang telah ditetapkan sebelum keberangkatan akhirnya berhasil diwujudkan, bahkan ditambah dengan empat medali perak.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan seni musik gerejawi di Kalimantan Utara terus menunjukkan perkembangan positif dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Tiga medali emas dipersembahkan melalui kategori Paduan Suara Anak (PSA) oleh kontingen Kabupaten Nunukan, Musik Pop Gerejawi (MPG) dari Kabupaten Malinau, serta Solo Remaja Pemuda Putra (SRPA) yang diraih Abraham, wakil Kabupaten Malinau.



Sementara empat medali perak diraih pada kategori Vocal Group (VG) dari Kota Tarakan, Solo Remaja Pemuda Putri (SRPI) dari Kabupaten Malinau, Solo Anak Usia 11–15 Tahun (SAU 11–15) dari Kabupaten Bulungan, dan Solo Anak Usia 7–10 Tahun (SAU 7–10) yang juga berasal dari Kabupaten Bulungan, Nathania Hanessa BR Tarigan (9 Th).



Ketua Rombongan sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kalimantan Utara, Norhayati Andris, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari kerja sama seluruh unsur kontingen, mulai dari peserta, pelatih, ofisial hingga pendamping.
“Kami sangat bersyukur atas hasil yang diraih. Ini adalah buah dari kerja keras semua pihak. Target tiga medali emas berhasil tercapai dan bahkan dilengkapi dengan empat medali perak. Ini prestasi yang sangat membanggakan bagi Kalimantan Utara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, medali emas pertama diraih tim Paduan Suara Anak asal Kabupaten Nunukan yang tampil maksimal sepanjang perlombaan. Emas kedua dipersembahkan peserta Musik Pop Gerejawi dari Kabupaten Malinau, sedangkan emas ketiga diraih Abraham yang tampil pada kategori Solo Remaja Pemuda Putra.
Menurut Norhayati, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Persiapan yang lebih panjang akibat penundaan pelaksanaan Pesparawi Nasional dari tahun 2025 ke tahun 2026 dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh kontingen untuk meningkatkan kualitas penampilan.
“Kesempatan latihan yang lebih panjang benar-benar dimanfaatkan. Para pelatih bekerja keras mempersiapkan peserta, sehingga mereka tampil percaya diri dan mampu memberikan penampilan terbaik di setiap kategori,” katanya.
Sebelum mengikuti kompetisi, kontingen Kalimantan Utara yang berjumlah 102 orang, terdiri atas peserta, pelatih, ofisial, pendamping, dan pengurus LPPD Kaltara, telah dilepas secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Utara melalui prosesi penyerahan bendera kontingen sebagai simbol keikutsertaan pada Pesparawi Nasional XIV.
Prestasi tiga medali emas dan empat medali perak ini menjadi capaian terbaik Kalimantan Utara pada Pesparawi Nasional XIV sekaligus mempertegas komitmen pemerintah daerah dan LPPD dalam membina potensi seni musik gerejawi. Hasil tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Utara untuk terus berprestasi di tingkat nasional. (*)






