TARAKAN – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Utara membidik nilai transaksi sebesar Rp3 miliar dalam rangkaian Kalimantan Utara Sharia Festival (KaShaFa) 2026. Target tersebut disampaikan saat Kick Off Road to KaShaFa 2026 yang digelar, Minggu (1/3/2026).
Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi dengan Baznas Kota Tarakan dan Pemerintah Kota Tarakan, mengusung tema “Berkah Ramadhan sebagai Penggerak Perekonomian Masyarakat”. Sebanyak 42 UMKM unggulan Kota Tarakan turut serta dalam bazar halal yang menghadirkan aneka produk halal food, modest fashion syariah, hingga kriya. Seluruh transaksi dilakukan secara digital melalui QRIS.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando G. Manik, menyampaikan bahwa ekonomi dan keuangan syariah menunjukkan tren pertumbuhan yang menjanjikan. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE), Indonesia kini berada di posisi ketiga dunia dalam pengembangan ekonomi syariah.
Ia menjelaskan, sektor Halal Value Chain (HVC) tumbuh 6,21 persen secara tahunan dan berkontribusi lebih dari 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional pada 2025. Hal tersebut menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan, khususnya oleh pelaku UMKM daerah.
“KaShaFa menjadi wadah strategis untuk memperluas literasi, memperkuat ekosistem, sekaligus meningkatkan kapasitas UMKM halal agar mampu bersaing,” ujarnya.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, BI Kaltara menargetkan peningkatan transaksi sebesar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Optimalisasi pembayaran digital melalui QRIS diyakini akan mendorong pencapaian target tersebut.
Kick off juga dirangkaikan dengan Festival Literasi Ramadhan, meliputi edukasi ekonomi syariah, kampanye Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, sosialisasi QRIS, perlindungan konsumen, serta peluncuran Program Wakaf Produktif.
Sejumlah agenda turut memeriahkan rangkaian kegiatan, seperti lomba dai cilik, adzan, nasyid, cerdas cermat islami, festival bedug sahur, hingga kajian bersama Hanan Attaki bertema “Hati yang Tenang di Zaman yang Bising”.
Melalui KaShaFa 2026, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, berdaya saing, dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara. (*)






