NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) kembali menggelar Festival Ramadan dengan menghadirkan berbagai kegiatan religi dan budaya yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.
Festival Ramadan tahun ini diisi dengan sejumlah perlombaan dan kegiatan keagamaan, mulai dari lomba azan, lomba pidato bahasa Arab, pawai Nuzulul Quran, lomba bedug sahur, hingga takbir keliling yang juga akan diperlombakan.
Kepala Disbudporapar Kabupaten Nunukan, H. Sura’i, S.Sos., M.A.P., mengatakan rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memeriahkan bulan suci sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang bernilai religius dan budaya.
“Di Festival Ramadan tahun ini ada beberapa kegiatan yang kita laksanakan. Di antaranya lomba azan dan lomba pidato bahasa Arab yang sudah dilaksanakan. Kemudian kemarin kita juga menggelar pawai Nuzulul Quran, malam ini adalah lomba Bedug Sahur yang ke-5, dan nanti yang ke-6 adalah takbir keliling yang juga kita lombakan dan akan diberikan hadiah kepada para pemenang,” ujar Sura’I, Sabtu (14/03/2026).
Ia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Festival Ramadan tersebut didukung oleh anggaran pemerintah daerah melalui APBD yang tertuang dalam RKA Disbudporapar Kabupaten Nunukan Tahun 2026.
Selain memeriahkan Ramadan, kegiatan ini juga memiliki tujuan untuk menarik perhatian generasi muda agar lebih aktif mengikuti kegiatan positif di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Kegiatan ini juga untuk menarik perhatian anak-anak muda, saat ini tantangan terbesar mereka adalah gawai, melalui kegiatan seperti ini kita ingin mengingatkan mereka kembali untuk mencintai budaya asli Indonesia,” jelasnya.
Sura’i juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam mengikuti berbagai kegiatan Festival Ramadan yang telah berlangsung.
“Kita melihat partisipasi masyarakat sangat bagus, dari empat kegiatan yang sudah kita laksanakan, semuanya diikuti begitu banyak peserta,” katanya.
Melalui Festival Ramadan ini, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap kegiatan keagamaan dan budaya dapat terus menjadi ruang kebersamaan masyarakat sekaligus sarana menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap tradisi dan nilai-nilai positif yang diwariskan dari generasi sebelumnya.(*)






