Rabu, Maret 25, 2026
  • Redaksi & Manajemen
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
intikatanusantara.id
Advertisement
  • Home
  • Daerah
    • Kalimantan Timur
      • Balikpapan
      • Samarinda
      • Bontang
      • Berau
      • Kutai Barat
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Kartanegara
      • Paser
      • PPU
    • Kalimantan Utara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Sebatik
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Pariwisata
  • Opini
No Result
View All Result
intikatanusantara.id
  • Home
  • Daerah
    • Kalimantan Timur
      • Balikpapan
      • Samarinda
      • Bontang
      • Berau
      • Kutai Barat
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Kartanegara
      • Paser
      • PPU
    • Kalimantan Utara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Sebatik
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Pariwisata
  • Opini
No Result
View All Result
intikatanusantara.id
No Result
View All Result
Home Kalimantan Utara Bulungan

Shaf Terakhir Sang Gubernur, Pelajaran Tentang Kesetaraan

by Admin
25/03/2026
in Bulungan, Kalimantan Utara
A A
0
Shaf Terakhir Sang Gubernur, Pelajaran Tentang Kesetaraan

Usai berbuka, para tamu bergegas menunaikan shalat berjamaah. Namun tanpa banyak disadari, Gubernur justru terlihat berdiri sendiri di shaf paling belakang. Momen itu terekam kamera salah satu wartawan dan kemudian menjadi perbincangan ringan di antara peserta.

TANJUNG SELOR – Ramadan selalu menghadirkan cerita-cerita kecil yang sarat makna. Salah satunya datang dari momen buka puasa bersama Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum., bersama insan pers di Cendana Resto, Rabu (18/3/2026).

Di tengah suasana hangat penuh kebersamaan, acara yang awalnya berlangsung seperti bukber pada umumnya itu berubah menjadi refleksi sederhana tentang makna kesetaraan.

Baca Juga

Polres Berau Gagalkan Peredaran 10 Kg Sabu, Satu Pelaku dari Diamankan

Saat Penanganan Karhutla di Tarakan Dua Petugas Alami Luka

Wagub Kaltara Soroti Infrastruktur Apau Kayan, Jembatan dan RS Jadi Prioritas Perbaikan

Seusai berbuka, para tamu bersiap menunaikan shalat berjamaah. Barisan pun segera terisi. Dalam situasi yang berlangsung cepat itu, tak banyak yang menyadari bahwa Gubernur berada di shaf paling belakang.

Bukan karena disengaja, bukan pula karena ingin berbeda. Ia hanya datang sedikit lebih lambat.

Momen itu sempat terekam kamera dan menjadi bahan obrolan ringan. Namun, dari candaan itulah muncul jawaban yang justru mengandung pesan mendalam.

“Karena saya datang terakhir,” jawabnya singkat, tanpa berusaha memberi kesan lebih.

Bagi sebagian orang, posisi mungkin penting. Tapi bagi Gubernur, dalam urusan ibadah, semua itu menjadi tidak relevan.

Ia menegaskan bahwa di hadapan Tuhan, tidak ada perbedaan antara pemimpin dan yang dipimpin, antara pejabat dan masyarakat biasa.

“Tidak ada urusan jabatan di dalam shalat. Semua sama,” ucapnya.

Ia bahkan menyampaikan bahwa aturan dalam berjamaah berlaku untuk siapa pun tanpa pengecualian. Siapa yang datang terakhir, maka berdiri di belakang.

Pernyataan itu terasa sederhana, namun memiliki makna yang kuat—bahwa disiplin dan ketundukan pada aturan adalah bagian dari nilai yang harus dijunjung bersama.

Lebih dari itu, ia juga menyinggung soal kepemimpinan dalam konteks ibadah. Dalam shalat berjamaah, imam adalah pemimpin yang harus diikuti, tanpa melihat latar belakangnya.

“Kalau imamnya staf, saya tetap ikut. Di situ dia pemimpin,” katanya.

Kalimat itu menjadi penegasan bahwa kepemimpinan sejati tidak selalu soal posisi struktural, tetapi juga tentang menghargai peran dalam konteks yang tepat.

Menurutnya, inti dari ibadah bukanlah tentang berada di barisan depan, melainkan bagaimana hati hadir sepenuhnya.

“Yang penting itu niat dan kekhusyukan,” ujarnya.

Malam itu, tanpa panggung besar dan tanpa rencana, sebuah pelajaran lahir dari hal sederhana—tentang kerendahan hati, tentang kesetaraan, dan tentang makna menjadi manusia di hadapan Sang Pencipta.

Karena sejatinya, di antara barisan depan dan belakang, yang membedakan bukanlah posisi, melainkan ketulusan.(*)

Tags: gubernur kaltarainti katasholatzainal arifin paliwang
Share235Tweet147SendShareSend
Previous Post

Saat Penanganan Karhutla di Tarakan Dua Petugas Alami Luka

Next Post

Polres Berau Gagalkan Peredaran 10 Kg Sabu, Satu Pelaku dari Diamankan

Berita Lainnya

Polres Berau Gagalkan Peredaran 10 Kg Sabu, Satu Pelaku dari Diamankan

Polres Berau Gagalkan Peredaran 10 Kg Sabu, Satu Pelaku dari Diamankan

by Admin
25/03/2026
0

BERAU – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Berau berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dalam jumlah besar. Seorang pelaku...

Saat Penanganan Karhutla di Tarakan Dua Petugas Alami Luka

Saat Penanganan Karhutla di Tarakan Dua Petugas Alami Luka

by Admin
24/03/2026
0

TARAKAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di dua wilayah di Kota Tarakan, Selasa (24/3/2026), berhasil dikendalikan oleh...

Wagub Kaltara Soroti Infrastruktur Apau Kayan, Jembatan dan RS Jadi Prioritas Perbaikan

Wagub Kaltara Soroti Infrastruktur Apau Kayan, Jembatan dan RS Jadi Prioritas Perbaikan

by Admin
24/03/2026
0

MALINAU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menaruh perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur di wilayah perbatasan Apau Kayan, Kabupaten Malinau. Hal...

Next Post
Polres Berau Gagalkan Peredaran 10 Kg Sabu, Satu Pelaku dari Diamankan

Polres Berau Gagalkan Peredaran 10 Kg Sabu, Satu Pelaku dari Diamankan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Terlaris

  • Bupati Nunukan ke Pasar Ramadan, Pedagang Senang Dagangannya Ludes

    Bupati Nunukan ke Pasar Ramadan, Pedagang Senang Dagangannya Ludes

    602 shares
    Share 241 Tweet 151
  • Ilham Zain Dorong Ranperda Literasi Perkuat Ekosistem Buku di Kaltara

    591 shares
    Share 236 Tweet 148
  • IPSS Tarakan Gandeng Pengusaha Pesisir Juata Laut, Salurkan Bantuan Ramadan ke 7 Panti Asuhan

    591 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Hangatnya Safari Ramadhan di Lapas Nunukan, Berbagi Takjil hingga Buka Puasa Bersama

    590 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Bupati Nunukan Sebut Lomba Bedug Sahur Jadi Wadah Silaturahmi dan Kebersamaan Masyarakat

    590 shares
    Share 236 Tweet 148
intikatanusantara.id

Kaltim : Samarinda
Kaltara : Nunukan
Tep : 081351924942

Rubrik

  • Balikpapan
  • Berau
  • Bontang
  • Bulungan
  • Daerah
  • DPRD Kaltara
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara
  • Kutai Barat
  • Kutai Kartanegara
  • Kutai Timur
  • Malinau
  • Nasional
  • Nunukan
  • Opini
  • Pariwisata
  • Paser
  • Pemkab Nunukan
  • Pendidikan
  • Polda Kaltara
  • Politik
  • Polres Nunukan
  • PPU
  • Samarinda
  • Sebatik
  • Tana Tidung
  • Tarakan

Tag

dprd kaltara ikn nusantara inti kata jmsi kaltara Kanwil Kemenkum Kaltim Nunukan polda kaltara polres tarakan tarakan

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

© 2023 PT. MULTIMEDIA NUSANTARA SUKSES

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kalimantan Timur
      • Balikpapan
      • Samarinda
      • Bontang
      • Berau
      • Kutai Barat
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Kartanegara
      • Paser
      • PPU
    • Kalimantan Utara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Sebatik
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Pariwisata
  • Opini

© 2023 PT. MULTIMEDIA NUSANTARA SUKSES