JAKARTA – Rencana pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan Utara (Kaltara) semakin dimatangkan setelah adanya ketertarikan investor yang siap mendanai proyek tersebut secara penuh.
Hal ini mengemuka dalam audiensi Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., dengan PT Indonesia Transit Synergy (INTRA) di Kantor Badan Penghubung Kaltara, Jakarta, Selasa (21/4).
Dalam pemaparannya, Direktur Utama PT INTRA, Rully Noviandar, menyampaikan kesiapan perusahaan untuk berinvestasi dengan nilai mencapai Rp20–25 triliun guna membangun jaringan kereta api di Kaltara tanpa melibatkan anggaran pemerintah.
Proyek ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi melalui pembukaan sekitar 2.000 lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Gubernur Zainal menyatakan optimisme terhadap rencana tersebut. Ia menilai kehadiran kereta api akan menjadi solusi strategis dalam mengatasi keterbatasan akses transportasi di Kaltara.
“Kita berharap proyek ini dapat mendorong konektivitas wilayah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa jaringan kereta api di masa depan diharapkan mampu menghubungkan berbagai kawasan strategis, termasuk membuka peluang konektivitas lintas wilayah hingga ke negara tetangga dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sementara itu, Sekretaris DPMPTSP Kaltara, Rahman Putrayani, menjelaskan bahwa rencana ini telah lama masuk dalam dokumen perencanaan daerah dan nasional, bahkan telah melalui tahap studi kelayakan (FS) dan Detail Engineering Design (DED).
“Saat ini tinggal dilakukan pembaruan masterplan serta penyelesaian aspek hukum kerja sama agar dapat segera direalisasikan,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Kaltara melalui Bapperida juga tengah menyusun pembaruan rencana induk guna menyesuaikan dengan perkembangan terbaru.
Gubernur Zainal berharap proses pembahasan dapat segera rampung sehingga penandatanganan kesepakatan dapat dilakukan di Tanjung Selor sebagai bentuk komitmen pembangunan di daerah.
Audiensi ini turut dihadiri Ketua DPRD Kaltara, Bupati Bulungan Syarwani, Wakil Bupati Malinau Jakaria, serta jajaran OPD dan perwakilan pemerintah kabupaten terkait.
Dengan adanya keseriusan investor, proyek kereta api di Kaltara kini semakin mendekati tahap realisasi dan diharapkan menjadi tonggak baru pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan tersebut. (dkisp)





