TARAKAN – Generasi muda di Tarakan didorong menjadi pengguna internet yang cerdas dan bertanggung jawab di tengah maraknya informasi digital yang tak terbendung. Melalui sosialisasi literasi digital, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kalimantan Utara membekali pelajar dengan pengetahuan menghadapi ancaman dunia maya.
Kegiatan yang digelar di SMA Negeri 1 Tarakan, Jumat (24/4), diikuti ratusan siswa dari berbagai SMA dan SMK. Para pelajar diberikan pemahaman tentang pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial.
Kepala DKISP Kaltara, Dr. H. Iskandar, menegaskan bahwa kemampuan digital harus diimbangi dengan kesadaran akan risiko yang ada di ruang siber.
“Anak-anak sekarang sangat dekat dengan teknologi. Tapi harus diingat, di balik kemudahan itu ada banyak ancaman yang harus diwaspadai,” ujarnya.
Ia menyebutkan berbagai risiko yang sering dihadapi pelajar, seperti hoaks, perundungan siber, hingga penyalahgunaan data pribadi. Karena itu, literasi digital menjadi bekal penting agar pelajar tidak mudah terjebak dalam dampak negatif internet.
“Jangan asal klik, jangan asal bagikan. Pastikan informasi yang diterima itu benar dan bermanfaat,” tegasnya.
Dalam sosialisasi ini, DKISP Kaltara menekankan empat pilar literasi digital, yakni kecakapan teknologi, etika bermedia, pemahaman nilai kebangsaan, serta perlindungan data pribadi.
Melalui pendekatan tersebut, pelajar tidak hanya diajak menjadi pengguna aktif, tetapi juga mampu menciptakan konten yang positif dan produktif.
“Kami ingin generasi muda menjadi kreator yang cerdas, bukan sekadar penonton atau penyebar informasi yang belum tentu benar,” tambah Iskandar.
Mengusung tema “Gen Z Cerdas Digital: Bijak Bermedia, Aman Berinternet, Produktif Berkarya”, kegiatan ini juga akan dilanjutkan ke berbagai daerah di Kalimantan Utara guna memperluas pemahaman literasi digital.
Dengan pembekalan ini, diharapkan pelajar mampu menghadapi dunia digital dengan lebih siap, kritis, dan bertanggung jawab. (dkisp)






