Pesan itu disampaikan saat memimpin apel pagi gabungan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara di Lapangan Agatis, Senin (25/5). Dalam amanatnya, Denny menegaskan bahwa makna kurban tidak hanya terbatas pada penyembelihan hewan, tetapi juga menjadi refleksi spiritual untuk memperbaiki sikap dan perilaku.
“Kalau belum bisa berkurban, setidaknya kita bisa menyembelih rasa bangga dan sombong dalam diri kita,” ujarnya di hadapan peserta apel.
Denny juga menyampaikan apresiasi kepada ASN yang telah melaksanakan kurban tahun ini. Sementara bagi ASN yang belum berkesempatan, ia mengajak agar tetap menanamkan niat untuk berkurban di masa mendatang.
“Terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah berkurban tahun ini. Bagi yang belum, niatkan dulu, mudah-mudahan tahun berikutnya diberi kemampuan untuk berkurban,” katanya.
Menurutnya, nilai pengorbanan dalam Iduladha harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari ASN, terutama dalam memberikan pelayanan yang tulus kepada masyarakat. Kerendahan hati dan integritas, kata dia, menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang baik di lingkungan pemerintahan.
Selain mengingatkan tentang makna Iduladha, Denny juga memberikan motivasi agar ASN tidak takut memulai hal-hal positif. Ia menilai keberhasilan lahir dari keberanian untuk mengambil langkah pertama.
“Jangan menunggu hebat untuk memulai. Mulai saja, maka kita akan menjadi hebat. Niatkan yang baik, insyaallah hal baik akan kembali kepada kita,” pungkasnya.
Momentum Iduladha ini diharapkan dapat memperkuat semangat pengabdian, meningkatkan kepedulian sosial, dan membangun karakter ASN yang lebih rendah hati dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
(dkisp)





