NUNUKAN – SAE LANUKA di lingkungan Lapas Kelas IIB Nunukan kembali menjadi sorotan setelah menerima kunjungan wisatawan asal Prancis.
Kunjungan tersebut menambah daftar perhatian terhadap Sarana Edukasi dan Agro (SAE) LANUKA yang kini berkembang sebagai salah satu konsep wisata edukatif berbasis pembinaan warga binaan di wilayah perbatasan.
Dalam kesempatan itu, wisatawan tampak menikmati suasana lingkungan yang asri, bersih, dan tertata, sekaligus melihat langsung berbagai kegiatan pembinaan kemandirian yang dilakukan warga binaan Lapas Nunukan.
SAE LANUKA sendiri merupakan inovasi Lapas Kelas IIB Nunukan yang menggabungkan konsep edukasi, keterampilan, dan pemberdayaan dalam satu kawasan pembinaan yang produktif.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, Ahad (24/05/2026), mengatakan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara tersebut menjadi bentuk apresiasi tersendiri terhadap upaya pembinaan yang dilakukan pihaknya.
Menurutnya, SAE LANUKA tidak hanya menjadi ruang kegiatan warga binaan, tetapi juga sarana edukasi yang dapat dilihat langsung oleh masyarakat luas, termasuk pengunjung dari luar negeri.
“Kehadiran wisatawan asing ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan SAE LANUKA agar semakin baik dan bermanfaat,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai aktivitas produktif warga binaan yang ditampilkan di SAE LANUKA menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas dapat berjalan secara positif, humanis, dan berdampak.
Ke depan, SAE LANUKA diharapkan semakin dikenal sebagai ikon wisata edukatif di wilayah perbatasan yang mampu memperkuat citra positif pemasyarakatan Indonesia di tingkat internasional.(*)





