NUNUKAN – Aksi penyelamatan yang dilakukan personel Damkar Sektor Selatan di bawah Jembatan Nunukan Selatan, Sabtu (1/8/2026) malam, menyita perhatian warga. Seorang pria yang dikenal dengan nama Dulla berhasil dievakuasi setelah ditemukan berada di dasar sungai usai diduga melompat dari atas jembatan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.00 Wita itu bermula ketika seorang warga mendengar suara tangisan saat melintas di atas jembatan. Setelah mencari sumber suara, ia menemukan Dulla berada di bawah jembatan dalam kondisi tidak mampu keluar dari lokasi.
Temuan tersebut segera dilaporkan kepada Damkar Sektor Selatan. Tim penyelamat yang dipimpin Komandan Regu (Danru) M. Rusli langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Dengan kondisi medan yang cukup sulit dan korban diduga mengalami cedera, petugas harus bekerja ekstra hati-hati. Proses penyelamatan berlangsung sekitar 30 menit hingga akhirnya Dulla berhasil diangkat ke atas.
“Diduga lutut kaki kiri korban mengalami benturan sehingga proses evakuasi dilakukan dengan memperhatikan kondisi korban,” ujar Rusli.
Setelah berhasil dievakuasi, Dulla langsung dibawa ke Puskesmas Nunukan Selatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.
Di tengah kerumunan warga, suasana yang semula dipenuhi rasa cemas berubah menjadi penuh keprihatinan. Seorang warga memberikan sepotong roti kepada Dulla yang tampak lahap memakannya.
Sambil menikmati roti tersebut, Dulla mengucapkan kalimat singkat yang sontak menjadi perhatian warga.
“Lompat aku, lapar… lompat.”
Ucapan itu memunculkan berbagai reaksi. Sebagian warga mengaku iba, sementara yang lain hanya bisa menggelengkan kepala.
“Astaghfirullah, semoga cepat sembuh dan ada yang memperhatikan dia,” ucap salah seorang warga yang menyaksikan proses evakuasi.
Meski demikian, pernyataan Dulla tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan penyebab dirinya berada di bawah jembatan. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai motif maupun kronologi pasti insiden tersebut.
Peristiwa ini tidak hanya memperlihatkan kesigapan personel Damkar dalam melakukan penyelamatan, tetapi juga menjadi cerminan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap warga yang hidup dalam kondisi rentan. Respons cepat warga yang melaporkan kejadian menjadi faktor utama sehingga korban dapat segera dievakuasi dan memperoleh penanganan medis. (*)





