NUNUKAN – Ruang Terbuka Publik (RTP) Paras Perbatasan Nunukan dipenuhi masyarakat pada Jumat (2/10/2026) malam.
Sekitar 3.000 orang hadir menyaksikan pembukaan Pekan Kebudayaan Daerah dan Paras Fest 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan.
Mengusung tema “Kreatif Berkarya, Nunukan Maju”, pembukaan Paras Fest 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mempertemukan keberagaman budaya, seni, religi dan aktivitas ekonomi masyarakat dalam satu ruang perayaan.
Pentas budaya etnis Kenyah dan Tidung menjadi bagian awal yang memperlihatkan kekayaan budaya Kabupaten Nunukan, penampilan tersebut kemudian dilanjutkan dengan tari dari Sanggar Nunukan Etnika serta rangkaian kegiatan lainnya.
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, S.E., mengatakan, perjalanan 27 tahun Kabupaten Nunukan, khususnya sebagai daerah perbatasan negara, telah diwarnai berbagai tantangan Pembangunan, karena itu, kebersamaan masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun daerah.
“Marilah kita terus memperkuat kebersamaan, gotong royong, kerukunan dan toleransi, serta menjaga identitas budaya daerah,” ujar Irwan, Jumat (02/10/2026).
Menurutnya, budaya dan doa menjadi dua kekuatan yang dapat mempererat persatuan Masyarakat, Karena itu, rangkaian doa lintas agama dan shalawat dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum bersama untuk mendoakan keamanan, kemajuan, kesejahteraan dan keberkahan bagi Kabupaten Nunukan.
“Budaya dan doa merupakan dua kekuatan yang dapat memperkuat persatuan masyarakat,” katanya.
Irwan juga mengajak masyarakat menjadikan Paras Fest sebagai ruang untuk mengenal dan mencintai budaya daerah sekaligus mendukung pelaku usaha lokal.
Ia mengimbau masyarakat untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni dan budaya, membeli serta mendukung produk UMKM, dan bersama-sama menjaga kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Nunukan.
“Nunukan bukan hanya wilayah perbatasan, Kita memiliki kekayaan budaya, masyarakat yang religius serta menjunjung tinggi persatuan dan keberagaman,” tuturnya.
Semangat tersebut juga terlihat dari keterlibatan pelaku usaha dalam pembukaan Paras Fest, Dalam kesempatan itu, turut dilakukan penyerahan bantuan peralatan produksi kepada kelompok UP2K PKK dan UMKM Kabupaten Nunukan.
Bagi pelaku UMKM, keterlibatan dalam festival menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang datang menikmati rangkaian kegiatan HUT Kabupaten Nunukan.
Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Nunukan dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Daerah dan Paras Fest 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melestarikan, memperkenalkan dan mengembangkan kebudayaan daerah sekaligus memperkuat identitas masyarakat Kabupaten Nunukan sebagai daerah perbatasan.
“Keberagaman suku, budaya, seni dan tradisi merupakan kekayaan daerah yang harus kita jaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Zainal.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, toleransi dan semangat gotong royong di tengah keberagaman masyarakat.
Tidak hanya budaya, Gubernur juga menyoroti keterlibatan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif dalam Paras Fest 2026.
Menurutnya, festival dapat menjadi ruang promosi produk lokal sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonomi.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, lanjutnya, akan terus mendukung pengembangan kebudayaan, pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Nunukan.
Setelah menyampaikan sambutan, Gubernur Kaltara secara resmi membuka Pekan Kebudayaan Daerah dan Paras Fest 2026 dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.
Suasana pembukaan kemudian dilanjutkan dengan penampilan Ustaz Haddad Alwi Assegaf yang menjadi salah satu rangkaian acara malam tersebut.
Paras Fest 2026 selanjutnya akan mengisi rangkaian peringatan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan hingga 13 Oktober 2026, Sejumlah agenda budaya, seni dan kegiatan masyarakat dijadwalkan berlangsung dalam rangkaian festival tersebut.
Dengan melibatkan pemerintah, komunitas seni dan budaya, pelaku UMKM serta masyarakat, Paras Fest diharapkan tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga menjadi wadah memperkuat kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nunukan sebagai daerah perbatasan. (*)






