Langkah tersebut ditandai dengan audiensi antara Gubernur Zainal Arifin Paliwang bersama rombongan Konsulat Jenderal Republik Filipina di ruang kerja gubernur, Rabu (6/5).
Dalam pertemuan itu, berbagai potensi kerja sama dibahas, mulai dari sektor perikanan, kelautan, pendidikan, budaya hingga pengembangan tenaga kerja berbasis teknologi.
Gubernur Zainal menilai kedekatan geografis antara Kaltara dan sejumlah wilayah di Filipina menjadi kekuatan besar untuk membangun hubungan yang lebih produktif di masa mendatang.
“Kedekatan wilayah ini menjadi peluang untuk memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Salah satu skema yang mulai dijajaki ialah program Sister City atau kota kembar. Program tersebut memungkinkan terjadinya kerja sama jangka panjang antarwilayah dalam berbagai bidang strategis.
Wilayah Tawi-Tawi dan Zamboanga disebut memiliki potensi besar untuk menjadi mitra kerja sama Kaltara karena memiliki karakteristik wilayah dan sumber daya yang hampir serupa.
Tak hanya membuka peluang pertukaran budaya dan pendidikan, kerja sama ini juga diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi kawasan perbatasan, termasuk sektor perdagangan dan investasi.
Menariknya, pihak Konsulat Filipina juga berencana membuka kantor perwakilan di Tarakan. Kehadiran kantor tersebut diyakini akan mempercepat koordinasi serta memperlancar realisasi berbagai program kerja sama antar kedua wilayah.
“Kami siap membantu dan mendukung agar kerja sama ini berjalan maksimal,” tegas Zainal.
Audiensi tersebut turut dihadiri Konjen Republik Filipina di Manado Mary Jennifer Domingo Dingal bersama sejumlah pejabat delegasi Filipina lainnya.
Kolaborasi internasional ini menjadi langkah strategis bagi Kaltara untuk memperkuat posisi sebagai provinsi perbatasan yang terbuka terhadap investasi, kerja sama global, dan pengembangan ekonomi kawasan utara Indonesia. (dkisp)






