TARAKAN – Menjelang puncak arus mudik Lebaran, Kapolda Kalimantan Utara, Djati Wiyoto Abadhy, turun langsung memantau kesiapan pengamanan di sejumlah titik strategis di Kota Tarakan. Bersama Ketua Bhayangkari Daerah Kaltara dan jajaran Pejabat Utama Polda Kaltara, Kapolda melakukan pengecekan pos pengamanan Operasi Ketupat di dua lokasi yang menjadi pusat mobilitas masyarakat, yakni Bandara Juwata Tarakan dan Pasar Guser Tarakan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga selama periode mudik dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Di Bandara Juwata Tarakan, Kapolda memantau langsung aktivitas penumpang yang datang dan berangkat dari Tarakan. Ia melihat kesiapan pos pengamanan serta berdialog dengan para petugas yang berjaga di kawasan bandara. Kehadiran aparat keamanan di lokasi tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan sekaligus rasa aman bagi para pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman.
Kapolda menekankan pentingnya koordinasi yang solid antara kepolisian, TNI, pengelola bandara, serta instansi terkait lainnya. Sinergi tersebut dinilai menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran arus transportasi udara selama masa mudik.
“Pengamanan ini bukan hanya tentang menjaga ketertiban, tetapi juga memastikan masyarakat yang melakukan perjalanan merasa aman dan nyaman,” ujarnya di sela peninjauan.
Usai dari bandara, rombongan melanjutkan kegiatan ke Pasar Guser Tarakan, salah satu pusat perdagangan yang ramai dikunjungi warga untuk membeli kebutuhan menjelang Lebaran. Di tengah keramaian aktivitas jual beli, Kapolda meninjau langsung situasi keamanan serta memastikan kehadiran personel kepolisian di sekitar area pasar.
Menurutnya, pasar tradisional menjadi titik penting yang perlu mendapat perhatian khusus karena meningkatnya aktivitas ekonomi dan kepadatan pengunjung menjelang hari raya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi tindak kriminalitas, seperti pencopetan atau penipuan yang kerap terjadi di pusat keramaian. Ia menginstruksikan personel di lapangan untuk meningkatkan patroli serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di tempat ramai.
Kehadiran Kapolda di tengah masyarakat, baik di jalur transportasi maupun di pusat aktivitas ekonomi, menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam menjaga keamanan wilayah Kalimantan Utara. Dengan kesiapan pengamanan yang maksimal, diharapkan masyarakat dapat menjalani tradisi mudik dan menyambut Idul Fitri dengan perasaan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan. (*)






