TARAKAN – Ikatan Keluarga Jawa Blora (Jawara) Kota Tarakan diharapkan terus menjadi wadah pemersatu bagi warga asal Blora yang menetap di Kalimantan Utara. Harapan tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Supa’ad Hadianto, saat menghadiri kegiatan arisan dan silaturahmi Jawara di Perumahan Intraca, Tarakan, Minggu (7/6).
Menurut Supa’ad, keberadaan paguyuban memiliki peran strategis dalam menjaga hubungan kekeluargaan di antara warga perantauan. Di tengah kesibukan masing-masing anggota, kegiatan silaturahmi menjadi sarana penting untuk mempererat komunikasi dan membangun solidaritas.
“Jangan sampai karena sibuk bekerja kemudian hubungan persaudaraan menjadi renggang. Organisasi seperti ini harus terus dirawat melalui pertemuan-pertemuan yang rutin,” ujarnya.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltara itu menilai kekuatan sebuah organisasi tidak selalu ditentukan oleh jumlah anggota atau besarnya kegiatan yang dilaksanakan. Yang lebih penting adalah komitmen untuk terus menjaga kebersamaan dan keberlangsungan organisasi.
Dalam suasana penuh keakraban, Supa’ad juga mengenang perjalanan sejumlah paguyuban warga Jawa yang pernah berkembang di Tarakan. Ia menilai semangat gotong royong dan kekeluargaan yang diwariskan para pendahulu perlu terus dipertahankan oleh generasi saat ini.
“Organisasi yang bertahan lama biasanya dibangun dari rasa memiliki. Ketika semua anggota merasa memiliki, maka organisasi akan tetap hidup,” katanya.
Supa’ad turut memberikan motivasi kepada pengurus Jawara agar tidak berhenti menjalankan kegiatan meski jumlah peserta yang hadir belum banyak. Menurutnya, konsistensi menjadi kunci utama dalam membangun organisasi yang kuat.
Pada kesempatan tersebut, politisi NasDem itu juga menyerahkan bantuan satu unit speaker aktif untuk mendukung berbagai kegiatan organisasi. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang pelaksanaan agenda silaturahmi maupun kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
Ia berharap Jawara tidak hanya menjadi tempat berkumpul warga Blora, tetapi juga mampu menjadi wadah yang memberikan manfaat bagi anggota, baik dalam aspek sosial, budaya, maupun ekonomi.
“Yang terpenting adalah menjaga persaudaraan. Jika hubungan antaranggota kuat, maka organisasi akan tumbuh dengan sendirinya dan memberikan manfaat yang lebih besar,” tuturnya.
Melalui kegiatan silaturahmi yang terus berlangsung, Supa’ad berharap warga Blora di Tarakan dapat tetap menjaga identitas budaya, memperkuat jaringan sosial, serta menjadi contoh harmonisasi kehidupan masyarakat perantauan di Kota Tarakan. (*)






