TARAKAN – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, H. Achmad Djufrie, S.E., M.M., menghadiri Pembukaan Pertemuan Tim Teknis dan Sidang Ke-28 Tingkat Provinsi Kalimantan Utara–Peringkat Negeri Sabah Tahun 2026 yang digelar di Kayan Ballroom, Hotel Tarakan Plaza, Rabu (29/7/2026).
Pembukaan sidang turut dihadiri Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal A. Paliwang, delegasi Negeri Sabah, Malaysia, Wali Kota Tarakan, jajaran Forkopimda Kalimantan Utara, serta perwakilan perangkat daerah dari kedua wilayah.
Forum kerja sama tahunan tersebut menjadi wadah untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari peningkatan perdagangan lintas batas, penguatan sektor ekonomi, pengembangan sosial budaya, hingga pengelolaan kawasan perbatasan yang lebih terpadu.
Ketua DPRD Kalimantan Utara, H. Achmad Djufrie, menilai forum ini memiliki arti penting karena menjadi ruang menyusun langkah bersama dalam menghadapi tantangan pembangunan di kawasan perbatasan yang terus berkembang.
“Wilayah perbatasan memiliki potensi yang sangat besar untuk tumbuh sebagai pusat aktivitas ekonomi. Karena itu, kerja sama antara Kalimantan Utara dan Negeri Sabah harus terus diperkuat agar mampu menciptakan peluang investasi, meningkatkan perdagangan, dan membuka kesempatan usaha bagi masyarakat,” katanya.
Menurut Achmad Djufrie, hubungan yang telah terjalin baik selama ini harus diterjemahkan ke dalam program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kita berharap setiap kesepakatan yang lahir dalam sidang ini dapat segera ditindaklanjuti melalui program yang terukur. Masyarakat tentu menginginkan hasil yang nyata, baik dalam peningkatan konektivitas, kemudahan aktivitas lintas batas, maupun pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPRD Kalimantan Utara berkomitmen mendukung setiap kebijakan pemerintah daerah yang bertujuan memperkuat posisi Kalimantan Utara sebagai gerbang utara Indonesia.
“Sebagai lembaga legislatif, kami siap mengawal kebijakan yang mendukung pembangunan kawasan perbatasan. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra dari Negeri Sabah harus terus dijaga agar Kalimantan Utara semakin maju, berdaya saing, dan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia,” tegasnya.
Achmad Djufrie berharap Sidang Ke-28 Tingkat Provinsi Kalimantan Utara–Peringkat Negeri Sabah Tahun 2026 tidak hanya mempererat hubungan persahabatan kedua wilayah, tetapi juga menghasilkan langkah-langkah strategis yang mampu mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.
“Keberhasilan forum ini akan menjadi modal penting bagi Kalimantan Utara dan Negeri Sabah untuk terus membangun hubungan yang saling menguntungkan, sekaligus menciptakan kawasan perbatasan yang aman, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.(*)





