TANJUNG SELOR – Dugaan penculikan dan penganiayaan yang dialami Mahfud alias Ami Afud, warga Kampung Arab, Tanjung Selor, mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Achmad Djufrie.
Saat dikonfirmasi pada Sabtu (16/05/2026), Achmad Djufrie mengecam keras tindakan para pelaku yang diduga menculik korban saat tengah tertidur di rumahnya.
“Warga Kampung Arab atas nama Mahfud diculik dengan cara yang tidak benar. Dilakukan tengah tidur malam lantas dibekap, kepalanya ditutup dengan karung, tangannya diborgol,” katanya.
Menurutnya, korban kemudian mengalami penganiayaan oleh beberapa orang sebelum akhirnya dibuang di wilayah Kecamatan Tanjung Palas Hulu.
“Jadi dipukul mungkin sekitar tiga sampai empat orang yang melakukan itu. Dipukul lantas dibuang di Kecamatan Tanjung Palas Hulu dengan kondisi yang sudah babak belur,” ujarnya.
Achmad Djufrie mengaku prihatin atas kejadian tersebut, terlebih korban disebut hanya masyarakat biasa yang tidak memiliki persoalan apa pun.
“Tapi ini salah masyarakat biasa yang tidak melakukan kesalahan dan orang susah, orang miskin ya, kasihan dilakukan begini,” ucapnya.
Ia menilai tindakan para pelaku sudah melampaui batas dan merupakan bentuk kejahatan serius yang harus segera ditindak aparat penegak hukum.
“Ini adalah satu perbuatan yang luar biasa, yang melanggar peraturan hukum dan pelakunya perlu dikasih pelajaran, ditindak seadil-adilnya,” tegasnya.
Menurut Achmad Djufrie, pola tindakan kekerasan yang dialami korban mengingatkan pada metode intimidasi lama yang meresahkan masyarakat.
“Ini adalah pola-pola lama yang biasa digunakan untuk membekap aktivis ataupun teroris,” katanya.
Ia pun meminta aparat keamanan segera bergerak cepat melakukan investigasi dan menangkap para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Jadi kita minta aparat keamanan untuk melakukan investigasi dan melakukan pencarian atas pelaku ini. Karena nanti akan terulang apabila ini tidak ditanggapi dengan maksimal,” pungkasnya.(*)






