SEBATIK – Kedatangan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dari Tarakan disambut antrean panjang kendaraan di salah satu SPBU di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Sabtu (4/4/2026). Warga terlihat berburu BBM subsidi satu harga, terutama Pertalite yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Salah seorang warga yang turut mengantre, mengatakan antrean sudah terjadi sejak pagi. Bahkan, sebelum distribusi BBM dilakukan, kendaraan roda dua hingga mobil angkutan sudah memadati area SPBU.
“BBM baru sampai dari Tarakan, antrean sudah panjang. Apalagi hari libur, jadi yang datang mengisi lebih banyak,” ujarnya.
Ia menambahkan, kendaraan yang paling banyak mengantre selian roda dua, juga didominasi mobil pickup dan travel yang melayani rute Bambangan. Para sopir angkutan memilih mengisi Pertalite karena harga BBM Malaysia yang melonjak membuat biaya operasional meningkat.
“Yang paling banyak diantri Pertalite. Terutama sopir angkutan rute Bambangan, karena kalau pakai BBM Malaysia, mau tidak mau tarif penumpang ikut naik,” katanya.
Menurutnya, setelah hampir sepekan pasokan BBM Indonesia terbatas, kedatangan distribusi baru langsung dimanfaatkan masyarakat. Banyak warga memilih menunggu lama dibanding membeli BBM Malaysia yang kini jauh lebih mahal.
Sebelumnya, harga BBM Malaysia di wilayah Sebatik dilaporkan mencapai Rp22 ribu per botol, bahkan sempat menyentuh Rp25 ribu. Kondisi tersebut membuat masyarakat kembali bergantung pada BBM subsidi satu harga dari Indonesia.
Sementara itu, Sales Branch Manager Kaltimut V Fuel Pertamina Patra Niaga, Muhammad Naufal Atiyah, menyampaikan distribusi BBM ke Sebatik terus dilakukan dengan mempertimbangkan kuota serta ketersediaan kapal pengangkut.
“Yang pasti kami selalu merencanakan pengiriman sesuai kuota dan ketersediaan kapal. Tidak ada masalah stok dari depot, stok aman,” jelasnya.
Berdasarkan data pengiriman awal April 2026, total BBM yang dikirim ke sejumlah lembaga penyalur di Sebatik mencapai 110 KL Pertalite, 20 KL Biosolar, dan 10 KL Pertamax. Tambahan pasokan tersebut diharapkan mampu mengurai antrean serta memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan.
Pada saat bersamaan, masyarakat diharapkan membeli BBM secara bijak dan tidak menyimpan secara berlebihan. Pertamina juga terus mengawasi distribusi agar penyaluran tetap tepat guna .
Warga pun berharap distribusi BBM ke Sebatik dapat dilakukan lebih rutin, agar kelangkaan tidak kembali terjadi ketika harga BBM Malaysia mengalami kenaikan.(*ma)





