NUNUKAN – Di sebuah daerah perbatasan yang dihuni beragam suku, agama, dan budaya, menjaga persaudaraan bukan sekadar slogan. Itulah yang ingin ditegaskan Pemerintah Kabupaten Nunukan ketika mengumpulkan Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda dalam satu forum, Rabu (5/8/2026).
Pertemuan tersebut digelar di Kantor Bupati Nunukan, sebagai respons atas beredarnya unggahan di media sosial yang dinilai berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat. Namun, alih-alih membahas perbedaan, seluruh peserta rapat justru memilih memperkuat satu pesan: persatuan harus tetap menjadi prioritas.
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE membacakan langsung lima poin kesepakatan yang menjadi sikap bersama seluruh unsur yang hadir.
Ia menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban di Kabupaten Nunukan tidak hanya menjadi tugas aparat keamanan atau pemerintah daerah. Menurutnya, menjaga kedamaian adalah tanggung jawab seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun budaya.
“Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita bersama. Semua memiliki peran untuk menjaga Nunukan tetap damai,” ujar Irwan.
Dalam rapat itu juga dibahas mengenai akun media sosial yang diduga merupakan akun palsu (fake account) dan menyebarkan konten provokatif dengan menyerang identitas suku tertentu. Seluruh peserta rapat sepakat bahwa informasi seperti itu tidak boleh menjadi alasan munculnya perpecahan di tengah masyarakat.
Karena itu, masyarakat diimbau agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Setiap informasi yang diterima diharapkan diverifikasi terlebih dahulu, tidak langsung dipercaya, apalagi disebarluaskan jika berpotensi memicu konflik.
Rapat juga memberikan kepercayaan penuh kepada Polres Nunukan untuk melakukan penyelidikan, penelusuran, dan penanganan terhadap akun tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain mendukung langkah aparat penegak hukum, seluruh peserta rapat mengajak masyarakat untuk tetap mengedepankan nilai saling menghormati antarwarga. Bagi mereka, keberagaman yang dimiliki Kabupaten Nunukan merupakan kekuatan yang telah lama menjadi fondasi kehidupan masyarakat perbatasan.
Irwan menegaskan bahwa satu unggahan di media sosial tidak boleh menghapus rasa saling percaya yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
“Jangan mudah diadu domba oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari kita jaga persaudaraan, hormati setiap perbedaan, dan percayakan prosesnya kepada aparat penegak hukum,” pesannya.
Pertemuan tersebut kemudian ditutup dengan komitmen bersama mendukung langkah aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mengajak seluruh warga Kabupaten Nunukan untuk terus memelihara suasana yang aman, damai, dan kondusif.
Di tengah derasnya arus informasi digital, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap masyarakat memilih menjadi penyebar ketenangan, bukan kepanikan; menjadi penjaga persatuan, bukan penyambung provokasi. Sebab, di daerah perbatasan seperti Nunukan, harmoni adalah kekuatan yang tidak ternilai harganya. (*)





